Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kinerja Solid, Laba CIMB Niaga Tumbuh 1,7 Persen Di September 2025
Jumat, 12 Desember 2025 15:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah situasi ekonomi global yang penuh tantangan, PT Bank CIMB Niaga (Persero) Tbk atau CIMB Niaga terus menunjukkan kinerja yang solid dengan pertumbuhan laba year on year year (yoy) sebesar 1,7 persen dan aset mencapai hampir Rp 370 triliun per September 2025.
Direktur Utama CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, pertumbuhan kredit hanya tercatat sebesar 4,6 persen, didorong oleh sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang tumbuh hampir 6 persen, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh positif dengan CASA (Current Account Saving Account) melonjak di atas 16 persen. Kemudian kredit korporasi tumbuh 5,4 persen, sementara kredit retail atau konsumer, terutama KPR, mengalami sedikit tekanan.
Sementara terkait proyeksi hingga akhir tahun 2025, Lani mengakui bahwa pertumbuhan kredit berada di bawah rata-rata pasar.
“Dengan mempertimbangkan kondisi daya beli saat ini, kami memperkirakan pertumbuhan kredit hingga akhir tahun berada di bawah 5 persen,” ungkapnya dalam kegiatan diskusi Jurnalis Inspiratif bertajuk ‘F30 Strategy & Outlook CIMB Niaga’ di Jakarta, Jumat (12/12/2025).
CIMB Niaga juga optimistis terhadap pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK), khususnya CASA, dengan target pertumbuhan sekitar 12-15 persen. Pihaknya memperkirakan pertumbuhan time deposit tidak akan terlalu signifikan.
Baca juga : Kinerja Keuangan Syariah Diramal Tumbuh Double Digit Di 2026
“Secara keseluruhan, kami sangat positif terhadap kualitas aset kami, dan saat ini CIMB Niaga berada di antara yang terbaik dalam hal ini,” ujarnya.
Namun, ditegaskan Lani, CIMB Niaga bersyukur kualitas aset perusahaan yang tercermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) atau asset quality, adalah salah satu yang terbaik di pasar yakni sebesar NPL sebesar 1,98 persen.
Lani mengungkapkan, strategi CIMB Niaga adalah sangat berhati-hati (prudent) dalam penyaluran kredit, baik retail maupun non-retail, dengan memastikan bahwa kredit diberikan kepada nasabah yang memiliki kemampuan untuk membayar dan mengembangkan usaha mereka.
“Kami lebih mengutamakan kualitas daripada sekadar mengejar pertumbuhan yang tinggi namun berisiko,” ucapnya.
Dikatakan Lani, CIMB Niaga secara rutin mengadakan sesi dengan analis dari berbagai negara, terutama dari Asia, untuk mendapatkan pandangan mereka mengenai proyeksi ekonomi untuk tahun 2025 dan 2026.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Hadirkan Promo MyPertamina Sepanjang Desember
“Kami mengajak semua pihak untuk tetap optimis terhadap prospek tahun 2026, mengingat adanya berbagai upaya perbaikan yang dilakukan,” ujarnya.
Termasuk berbagai strategi yang dilakukan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang fokus pada pertumbuhan (pro-growth).
Adanya tambahan likuiditas ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sebesar Rp 200 triliun menunjukkan kondisi likuiditas saat ini juga menunjukkan perbaikan, dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) di pasar yang relatif menurun.
“Meskipun demikian, kami menyadari bahwa faktor daya beli masih menjadi tantangan,” ungkapnya.
Untuk itu, sambung Lani, CIMB Niaga secara aktif berdialog dengan regulator, Pemerintah, dan asosiasi perbankan untuk menyampaikan pentingnya penggelontoran belanja negara guna mendorong pertumbuhan ekonomi.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Sumbagut Optimalkan Penyaluran BBM Di Sumbar
Selain itu, dengan likuiditas yang terjaga baik, CIMB Niaga mengandalkan strategi customer-centric melalui program ‘Advancing Customers and Society’ dalam rencana jangka panjang Forward 2030 (F30), yang berfokus pada CASA, Cross-sell, Capabilities (Simpler, Better, Faster), dan Capital.
Bank juga menekankan komitmen pada keberlanjutan, dengan 24-25 persen portofolio pembiayaan masuk dalam kategori Green Financing, serta aktif dalam program CSR (Corporate Social Responsibility) seperti pembudidayaan bambu dan stunting.
“CIMB Niaga melihat peluang di kota-kota tingkat kedua, di mana pertumbuhan bisnis menunjukkan hasil yang lebih baik, dan terus mengembangkan layanan digital melalui platform OCTO,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya