Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Melalui Percepatan Fiskal Dan Investasi Tahun 2026
Pertumbuhan Ekonomi Bakal Tembus 6 Persen
Minggu, 4 Januari 2026 06:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pertumbuhan ekonomi nasional dapat mencapai 6 persen pada 2026 melalui percepatan eksekusi fiskal, penguatan koordinasi kebijakan moneter, serta pembenahan iklim investasi. Strategi tersebut ditempuh untuk menjaga momentum ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, akselerasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi. Pemerintah mendorong realisasi belanja sejak awal tahun anggaran, agar dampaknya cepat terasa ke perekonomian.
“Tahun 2026 harusnya pertumbuhan 6 persen. Seperti yang saya bilang sebelum-sebelumnya, tidak terlalu sulit tercapai,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Baca juga : Resolusi Tahun Baru 2026, Demokrat Konsisten Perkuat Demokrasi
Dia menekankan pentingnya kecepatan eksekusi fiskal yang dibarengi koordinasi erat dengan kebijakan moneter. Dengan demikian, stimulus yang digelontorkan Pemerintah berjalan efektif tanpa mengganggu stabilitas makroekonomi.
Selain mendorong belanja negara, Pemerintah juga memfokuskan kebijakan pada penciptaan iklim usaha yang lebih kondusif melalui percepatan penyelesaian hambatan investasi. Langkah ini diarahkan untuk memulihkan dan memperkuat kepercayaan pelaku usaha, termasuk investor asing.
“Ke depan, sidang untuk menyelesaikan hambatan usaha akan lebih rutin. Hal-hal yang menghambat bisnis akan kita hilangkan secara bertahap agar pelaku usaha semakin optimistis,” ujar Purbaya.
Baca juga : Kantor DPD Golkar Kembali Disegel Kader
Dia mengatakan, evaluasi terhadap regulasi yang dinilai menghambat aktivitas ekonomi akan dilakukan secara berkelanjutan guna menjaga momentum pertumbuhan.
“Peraturan yang mengganggu akan kami deteksi dan perbaiki secepatnya. Dengan begitu, pertumbuhan 6 persen atau lebih menjadi sangat terbuka,” ucapnya.
Dari segi moneter, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral menyiapkan bauran kebijakan komprehensif untuk menopang strategi Pemerintah pada 2026.
Baca juga : Bareskrim Bongkar Sindikat Judi Online Internasional
Kebijakan tersebut mencakup penguatan stabilitas moneter, pendalaman pasar keuangan, serta akselerasi digitalisasi sistem pembayaran. “Stabilitas sangat penting bagi negara mana pun untuk tumbuh tinggi dan berdaya tahan,” ujar Perry.
Perry menjelaskan, BI juga mengedepankan lima fokus utama transformasi ekonomi. Yakni penguatan stabilitas dan permintaan domestik, dorongan hilirisasi dan ekonomi kerakyatan, perluasan pembiayaan dan pasar keuangan, percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan, serta penguatan kerja sama investasi dan perdagangan internasional.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya