BREAKING NEWS
 

Rupiah Dekati Rp 17.000, BI Pastikan Tetap Stabil

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Rabu, 14 Januari 2026 09:59 WIB
Foto: Rakyat Merdeka

RM.id  Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya tekanan pasar keuangan global pada awal 2026.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin G. Hutapea mengatakan pergerakan mata uang global, termasuk rupiah, banyak dipengaruhi oleh eskalasi tensi geopolitik, kekhawatiran terhadap independensi bank sentral di sejumlah negara maju, serta ketidakpastian arah kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed).

“Selain itu, meningkatnya kebutuhan valuta asing domestik pada awal tahun turut memberikan tekanan terhadap pergerakan nilai tukar,” kata Erwin dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Baca juga : Rupiah Menguat Tipis Ke Rp 16.870 Per Dolar AS

Ia menjelaskan, kondisi tersebut mendorong rupiah melemah dan ditutup pada level Rp 16.860 per dolar AS pada 13 Januari 2026, atau terdepresiasi sebesar 1,04 persen secara year to date (ytd).

Meski demikian, Erwin menegaskan pelemahan rupiah masih sejalan dengan pergerakan mata uang regional lainnya yang juga terdampak sentimen global, seperti won Korea Selatan yang melemah 2,46 persen dan peso Filipina sebesar 1,04 persen.

Adsense

Menurut Erwin, stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga berkat konsistensi kebijakan stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia secara berkesinambungan, baik melalui intervensi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar off-shore kawasan Asia, Eropa, dan Amerika, maupun intervensi di pasar domestik melalui transaksi spot, Domestic NDF (DNDF), serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Baca juga : IHSG Dekati 9.000, Ekonomi Cerah Di Awal Tahun

Selain itu, aliran masuk modal asing yang berlanjut turut mendukung stabilitas rupiah. Pada Januari 2026, aliran modal asing secara neto tercatat mencapai Rp 11,11 triliun, terutama ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan pasar saham.

“Hal ini sejalan dengan persepsi investor global terhadap Indonesia yang tetap positif, tercermin dari premi risiko credit default swap (CDS) Indonesia tenor lima tahun yang berada pada level rendah sekitar 72 basis poin,” ujarnya.

Dari sisi ketahanan eksternal, Erwin menyampaikan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2025 tetap kuat, tercatat sebesar 156,5 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor, sehingga memadai sebagai penyangga dalam menghadapi tekanan pasar keuangan global.

Baca juga : IKI Desember Capai 51,90, Industri Manufaktur Tetap Ekspansi

Ke depan, Bank Indonesia menegaskan akan terus berada di pasar untuk memastikan nilai tukar rupiah bergerak sesuai dengan nilai fundamental dan mekanisme pasar yang sehat.

“Bank Indonesia juga akan terus mengoptimalkan instrumen operasi moneter yang pro-market guna memperkuat efektivitas transmisi kebijakan moneter dan menjaga kecukupan likuiditas, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan tetap mencapai sasaran inflasi dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” kata Erwin.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense