RM.id Rakyat Merdeka - Soliditas manajemen menjadi modal utama PT Bank Syariah Nasional (BSN) menatap kinerja 2026. Optimisme itu ditegaskan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) BSN yang digelar di BTN Ecopark Gandul, Cinere, Rabu (14/1/2026).
Rakernas tersebut dibuka secara resmi oleh Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor bersama Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon LP Napitupulu, Komisaris Utama BSN Bahrullah Akbar, serta Dewan Pengawas Syariah (DPS) BSN Mohammad Bagus Teguh Perwira.
Mengusung tema “Transform, Execute, Impact”, Rakernas BSN menjadi ajang konsolidasi seluruh jajaran manajemen dan pegawai. Tema ini menegaskan arah strategis BSN untuk bertransformasi, mengeksekusi strategi secara disiplin, dan menghadirkan dampak nyata bagi kinerja perseroan dan masyarakat.
Baca juga : Survei RPI 2026: 76,2 Persen Publik Optimistis Polri Bertransformasi Total
Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor mengatakan, Rakernas menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi bisnis di tengah persaingan industri perbankan syariah. “Transformasi yang sudah dimulai harus dijalankan dengan eksekusi yang cepat, tepat, dan berdampak,” ujarnya.
Alex menegaskan, BSN berada pada fase penting dalam perjalanan bisnisnya. Dengan dukungan pemegang saham dan sinergi yang kuat, BSN optimistis mampu memperluas peran dalam pengembangan pasar perbankan syariah nasional.
Baca juga : Jawab Tantangan Kerja Anak Muda, PDIP Gagas Balai Kreasi UMKM
Menurut Nixon, konsistensi strategi dan soliditas manajemen akan menentukan keberhasilan BSN dalam menghadapi dinamika pasar. Ia menekankan pentingnya fokus pada pelayanan, inovasi produk, dan tata kelola yang kuat.
Komisaris Utama BSN Bahrullah Akbar menambahkan, pengawasan dan tata kelola perusahaan yang baik menjadi fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan. “Pertumbuhan harus tetap sejalan dengan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap regulasi,” ujarnya.
Baca juga : Pelunasan Bipih Haji 2026 Tembus 95 Persen, Kemenhaj Optimistis Capai 100 Persen
Di tengah tantangan industri, ruang pertumbuhan perbankan syariah dinilai masih sangat luas. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan pangsa pasar perbankan syariah nasional masih di bawah 10 persen, sehingga peluang ekspansi masih terbuka lebar.
BSN pun menargetkan pertumbuhan aset dan laba yang optimistis pada 2026. Manajemen menilai kombinasi transformasi digital, penguatan jaringan, dan peningkatan kualitas layanan akan menjadi pendorong utama kinerja.
Melalui Rakernas ini, BSN menegaskan komitmennya untuk menjadi pemain penting dalam industri perbankan syariah nasional. Dengan manajemen yang solid dan strategi yang terarah, BSN optimistis dapat mencatatkan kinerja ciamik sepanjang 2026.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.