Dark/Light Mode

Survei RPI 2026: 76,2 Persen Publik Optimistis Polri Bertransformasi Total

Selasa, 13 Januari 2026 22:15 WIB
Ilustrasi. Presiden Prabowo Subianto didampingi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menginspeksi pasukan dalam upacara HUT Bhayangkara ke-79 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Selasa (1/7/2025). Foto: Dwi Pambudo/RM
Ilustrasi. Presiden Prabowo Subianto didampingi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menginspeksi pasukan dalam upacara HUT Bhayangkara ke-79 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Selasa (1/7/2025). Foto: Dwi Pambudo/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Rumah Politik Indonesia (RPI) merilis hasil riset terbaru bertajuk "Survei Nasional Optimisme Publik Terhadap Transformasi Budaya Polri" yang menunjukkan sentimen positif masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Dalam studi yang dipublikasikan pada Selasa (13/1), mayoritas responden menyatakan keyakinan kuat bahwa Polri akan mengalami perbaikan performa dan budaya organisasi yang signifikan sepanjang tahun 2026.

Direktur Eksekutif RPI, Fernando Emas, menjelaskan bahwa tingginya ekspektasi masyarakat ini berakar dari efektivitas kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui agenda PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan).

Baca juga : Survei UGM: Publik Puas Layanan Transportasi Nataru

Menurutnya, visi tersebut berhasil menjadikan transformasi budaya sebagai fondasi utama yang melengkapi reformasi struktural dan operasional kepolisian.

"Model kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan agenda PRESISI telah menempatkan transformasi budaya organisasi sebagai fondasi utama guna membangun Polri yang profesional, modern, dan dipercaya masyarakat," ujar Fernando.

Data survei mengungkap angka yang cukup mencolok, di mana 76,2 persen responden menyatakan optimisme mereka bahwa transformasi Polri akan terwujud sepenuhnya di tahun 2026.

Baca juga : Pelunasan Bipih Haji 2026 Tembus 95 Persen, Kemenhaj Optimistis Capai 100 Persen

Sebaliknya, hanya 19,9 persen yang merasa kurang optimistis, sementara sisanya memilih tidak menjawab. Kepercayaan publik juga terlihat dalam aspek pengawasan internal, dengan 67,8 persen responden yakin Polri berani melakukan koreksi terhadap anggotanya sendiri pada tahun ini.

Selain itu, survei ini memotret pergeseran paradigma yang dirasakan publik. Sebanyak 72,2 persen responden optimistis akan terjadi transisi budaya dari gaya militeristik menuju civilian policing atau kepolisian sipil yang lebih humanis.

Harapan senada juga muncul pada aspek pelayanan publik (69,2 persen), keteladanan kepemimpinan (75,9 persen), hingga ketangkasan Polri dalam merespons kejahatan modern dan siber (65,6 persen).

Baca juga : Semen Padang Tetap Optimistis Meski Kekuatan Tak Ideal

Fernando menambahkan bahwa pembentukan Tim Transformasi Polri serta konsistensi dalam menertibkan anggota yang melanggar aturan menjadi alasan utama di balik tingginya angka optimisme tersebut.

Transparansi tata kelola dan modernisasi pelayanan digital juga dinilai publik sebagai bukti keseriusan institusi dalam berbenah.

Survei nasional ini dilakukan pada periode 2–9 Januari 2026 dengan melibatkan 1.200 responden di 30 provinsi melalui metode multistage random sampling. Riset ini memiliki margin of error sebesar 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.