BREAKING NEWS
 

Kilang Balikpapan Beri Multiplier Effect Bagi Ekonomi Daerah

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Kamis, 15 Januari 2026 10:48 WIB
Foto: Pertamina

RM.id  Rakyat Merdeka - Pembangunan Proyek Infrastruktur Energi Terintegrasi di Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur, memberikan dampak ekonomi berganda (multiplier effect) bagi masyarakat, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar wilayah proyek.

Proyek yang dikembangkan PT Pertamina (Persero) tersebut mencakup pembangunan Pipa Gas Senipah, tangki penyimpanan Lawe-lawe, Crude Distillation Unit (CDU), fasilitas Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex, hingga Terminal BBM Tanjung Batu. Infrastruktur tersebut disiapkan untuk memperkuat distribusi energi, khususnya bagi wilayah Indonesia bagian timur.

Selain mendukung ketahanan energi nasional, keberadaan proyek juga dirasakan langsung oleh pelaku usaha di sekitar kilang. Yanti, pemilik warung makan di sekitar lokasi proyek, mengaku jumlah pelanggan meningkat sejak pembangunan dimulai karena banyaknya pekerja yang beraktivitas di kawasan tersebut.

“Alhamdulillah, perputaran ada setiap hari. Mudah-mudahan meski pembangunan selesai, para pekerja masih bisa datang ke warung-warung di sekitar sini,” kata Yanti.

Baca juga : Perkembangan Terkini Super Flu Di Indonesia, AS Dan Inggris

Dampak serupa dirasakan pelaku UMKM lainnya, Tuti, pemilik Warung Kube Mandiri di kawasan Mekar Sari, Kalimantan Timur. Ia menyebut warungnya kerap dipadati pekerja proyek, terutama pada jam makan siang.

“Kalau siang ramai sekali, kadang tempat duduk kurang. Proyek ini sangat membantu, semoga bisa terus berjalan,” ujarnya.

Adsense

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan proyek infrastruktur energi tersebut tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan energi nasional, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah.

Pada fase konstruksi, proyek strategis nasional ini telah menyerap sekitar 24.000 tenaga kerja, yang sebagian besar merupakan tenaga kerja dalam negeri. Sementara pada fase operasi, kilang di Kalimantan Timur diproyeksikan melibatkan sekitar 2.000 tenaga kerja secara langsung, serta menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja tidak langsung di berbagai sektor pendukung.

Baca juga : Kemenkop Optimalkan Pemberdayaan Masyarakat, Pulihkan Ekonomi Di Sumatera

“Proyek yang dibangun Pertamina memberikan multiplier effect yang nyata bagi masyarakat, baik melalui lapangan kerja maupun aktivitas ekonomi di sekitar wilayah proyek,” kata Baron.

Ia menambahkan keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok proyek, penyediaan jasa pendukung, logistik, dan konsumsi selama masa konstruksi dan operasi turut mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur secara umum.

Dalam pelaksanaan proyek, Pertamina juga menjaga realisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada kisaran 35 persen sebagai bentuk dukungan terhadap industri nasional di sektor manufaktur dan jasa.

Menurut Baron, kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri dalam negeri serta meningkatkan daya saing nasional seiring pengembangan proyek strategis energi.

Baca juga : Menkop: Koperasi Akan Terlibat Pulihkan Ekonomi Sosial Daerah Bencana

Pertamina juga menegaskan komitmennya terhadap transisi energi, termasuk mendukung target Net Zero Emission 2060 dan pelaksanaan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis perusahaan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense