Dark/Light Mode

Kilang Pertamina Kembangkan Teknologi WSA untuk Tekan Emisi dan Efisiensi Energi

Senin, 22 Desember 2025 12:01 WIB
Ilustrasi. (Foto: Kilang Pertamina Internasional)
Ilustrasi. (Foto: Kilang Pertamina Internasional)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) memperkuat dukungan terhadap transisi energi dan pengurangan emisi karbon melalui pengembangan teknologi Wet Gas Sulphuric Acid (WSA) bersama mitra internasional.

Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan tiga perusahaan global, yakni SumiSaujana TCM Chemicals Sdn Bhd dan SPCI HELM dari Malaysia, serta Topsoe A/S dari Denmark.

Penandatanganan MoU dilakukan pada Jumat (19/12/2025) di Grha Pertamina, Jakarta, sebagai bagian dari upaya KPI menjawab tantangan dekarbonisasi, peningkatan efisiensi energi, dan kelestarian lingkungan di sektor industri pengolahan minyak.

Direktur Utama KPI Taufik Aditiyawarman mengatakan kerja sama ini bertujuan mengevaluasi dan menjajaki potensi pengembangan proyek teknologi WSA di unit kilang KPI di Indonesia.

Teknologi tersebut mampu mengonversi gas buang proses kilang yang mengandung gas asam menjadi produk asam sulfat bernilai ekonomi tinggi.

Baca juga : Partai Perindo Salurkan Sembako Dan Tenda Untuk Korban Banjir Di Aceh Tamiang

“Produk ini sangat dibutuhkan oleh berbagai sektor industri hilir di Indonesia, seperti industri pupuk, kimia dasar, pertambangan, metalurgi, hingga petrokimia. Melalui kolaborasi yang saling menguntungkan, kami berkomitmen menciptakan solusi yang inovatif dan berkelanjutan,” ujar Taufik.

Selain menghasilkan produk komersial, teknologi WSA juga menghasilkan energi panas dari proses konversi yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan uap atau steam.

Pemanfaatan ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi energi sekaligus menurunkan emisi secara signifikan. Taufik menambahkan, kerja sama tersebut akan dijalankan dengan skema Build-Own-Operate-Transfer (BOOT).

Dalam skema ini, para mitra akan melakukan evaluasi kelayakan teknis dan komersial proyek. Topsoe berperan sebagai penyedia teknologi atau licensor, sedangkan SPCI HELM menjadi calon pembeli atau offtaker produk asam sulfat.

SumiSaujana akan memimpin evaluasi teknis dan komersial proyek dengan memanfaatkan keahlian di bidang bahan kimia khusus industri kilang.

Baca juga : HUT Ketujuh Pertamina Hulu Rokan Perkuat Ketangguhan Energi

Sementara itu, KPI menyediakan data teknis dan operasional, memfasilitasi kunjungan lokasi, serta mengevaluasi proposal yang diajukan mitra.

Direktur Eksekutif sekaligus Chief Executive Officer SumiSaujana Encik Norazlam Bin Norbi menyambut positif kerja sama tersebut.

Ia menilai kolaborasi ini menjadi langkah penting bagi SumiSaujana untuk memperluas peran sebagai mitra solusi kilang terintegrasi di kawasan regional.

“Dengan menjalin kerja sama dengan KPI, TOPSOE, dan SPCI HELM, kami dapat bersama-sama menilai kelayakan teknis dan komersial dari konversi gas asam kilang menjadi produk bernilai tambah, sekaligus mendukung kinerja lingkungan yang lebih baik melalui pendekatan limbah menjadi nilai,” tandas Encik Norazlam.

Lebih lanjut, Taufik menegaskan inisiatif ini sejalan dengan strategi transisi energi Pertamina dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Baca juga : Lagi, Kilang Pertamina Luncurkan Produk Setara Euro 5

Kerja sama ini juga menjadi dasar pertukaran data dan studi kelayakan yang akan mengarah pada penandatanganan Heads of Agreement (HoA).

“Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan menjadi contoh nyata bagaimana pengembangan bisnis dan kerja sama dapat berjalan seiring untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan. PT KPI berkomitmen untuk memastikan implementasi MoU ini berjalan efektif, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Taufik.

PT Kilang Pertamina Internasional merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang pengolahan minyak dan petrokimia serta terdaftar dalam United Nations Global Compact.

KPI berkomitmen menerapkan Sepuluh Prinsip Universal dalam strategi operasional sebagai bagian dari penerapan prinsip ESG.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.