RM.id Rakyat Merdeka - Ceylon Biscuits Limited (CBL) yang merupakan perusahaan asal Sri Lanka, telah berhasil menuntaskan proses akuisisi dan perubahan status PT Tri Jaya Tangguh (TJT) di Gorontalo menjadi Penanaman Modal Asing (PMA). Hal tersebut menandakan dimulainya investasi Perusahaan CBL di Indonesia.
CBL merupakan salah satu perusahaan terbesar di Sri Lanka yang memproduksi produk berbahan dasar kelapa seperti santan, biscuit, coklat dan snack.
Setelah serah terima, pada awal Januari 2026 Perusahaan CBL sudah mulai memproduksi santan kelapa kemasan di pabrik Gorontalo tersebut dengan kapasitas saat ini menggunakan bahan baku 200.000 biji kelapa per harinya, yang nantinya akan ditingkatkan menjadi 500.000.
Selain memasarkan di pasar lokal, CBL di Gorontalo juga akan melakukan eskpor ke berbagai negara, menggunakan suplai chain yang mereka miliki saat ini di lebih dari 65 negara.
Baca juga : BULD DPD RI Sarankan Harmonisasi Regulasi Koperasi Di Daerah
Dengan masuknya investasi CBL di Indonesia akan menambah kapasitas Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah dari komoditas kelapa, yang berkontribusi kepada ekonomi Indonesia dan juga meningkatkan penyerapan tenaga kerja Indonesia.
Perayaan kerja sama ini digelar CLB di Colombo, Senin (19/1/2025) dengan tema ”The Beginning of Our Journey in Indonesia”. Dalam acara itu, Managing Director CBL group, Sheamalee Wickramasingha menyatakan bahwa investasinya di Indonesia merupakan investasi CBL terbesar di luar Sri Lanka dan akan terus ditingkatkan.
Shea, begitu sapaannya, berharap pengembangan investasi ini akan semakin memperkuat CBL dalam mensuplai pasar global.
"Dengan rencana pengembangan kapasitas pabriknya, CBL berharap nantinya dapat berperan sebagai salah satu pemain global untuk sektor ini," katanya.
Baca juga : Petani Lansia Jago Main Drone
Shea menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Indonesia baik di Pusat maupun Provinsi dan Kabupaten Gorontalo serta KBRI Colombo dalam merealisasikan investasinya di Gorontalo.
Duta Besar RI untuk Sri Lanka Dewi Gustina Tobing yang hadir pada acara perayaan tersebut menyatakan kegembiraannya atas dimulainya investasi CBL di Indonesia setelah hampir selama dua tahun menjajaki kerja sama tersebut.
Dubes Dewi menyampaikan, keputusan CBL memilih Indonesia sangat tepat mengingat Indonesia sebagai produsen kelapa terbesar di dunia yang memproduksi lebih dari 15 miliar biji kelapa per tahun.
"Kesempatan industri pengolahan biji kelapa yang masih sangat terbuka lebar," ucapnya.
Baca juga : Mendagri Tekankan Fungsi Pemerintahan Dan Ekonomi
"Kerja sama dagang yang telah dilakukan Indonesia dengan berbagai negara atau kawasan kunci seperti Comprehensive Economic Partnership Agreement dengan Uni Eropa, Australia, Korea, Uni Emirat Arab, European Free Trade Association maupun kesepakatan perdagangan bebas lainnya akan menunjang kapasitas perusahaan yang berbasis di Indonesia termasuk CBL untuk ekspor ke berbagai negara," jelasnya dalam keterangannya.
Randeewa Malalasooriya, Presiden Direktur PT TJT yang juga hadir dalam perayaan ini menyatakan kebahagiaan bergabungnya PT TJT sebagai keluarga besar CBL group.
"Sebagaimana motto CBL group, think global, act local, PT TJT akan menjadi bagian dari komunitas lokal untuk berkembang secara global," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.