BREAKING NEWS
 

IHSG Sempat Terkoreksi, Pemerintah Janji Jaga Investor Lewat Demutualisasi BEI

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Jumat, 30 Januari 2026 13:23 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (depan) saat konferensi pers di Gedung Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (Foto: Dwi Ilhami/RM.ID)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memastikan tetap menjaga stabilitas pasar modal dan melindungi investor di tengah gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Salah satu langkah yang disiapkan adalah percepatan demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) guna memperkuat tata kelola dan transparansi bursa.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Gedung Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026). Hadir mendampingi Airlangga, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan Roeslani, serta Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria.

Menurut Airlangga, tekanan yang sempat terjadi di pasar saham tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai masih solid. Pemerintah, kata dia, terus memantau perkembangan pasar dan memastikan koordinasi kebijakan fiskal, moneter, serta pengawasan pasar modal berjalan dengan baik.

Baca juga : IHSG Anjlok, Pemerintah Jamin Perlindungan Investor Pasar Modal

“IHSG sudah menunjukkan rebound dan hari ini kembali bergerak di zona hijau,” ujar Airlangga.

Adsense

Ia menjelaskan, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas dan kredibilitas pasar modal. Salah satunya dengan mempercepat proses demutualisasi BEI sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Demutualisasi ini diharapkan dapat mengubah struktur kepemilikan dan pengelolaan bursa menjadi lebih transparan dan profesional, sekaligus mengurangi potensi benturan kepentingan antara pengurus bursa dan anggota bursa.

Baca juga : IHSG Turun, Analis: Jangan Panik, Ini Peluang Investasi

“Demutualisasi akan mencegah praktik pasar yang tidak sehat dan memperkuat perlindungan investor,” kata Airlangga.

Selain itu, pemerintah juga mendorong penguatan tata kelola pasar modal melalui peningkatan ketentuan free float saham dari 7,5 persen menjadi 15 persen agar sejalan dengan standar internasional. Pemerintah juga berencana menaikkan batas investasi dana pensiun dan perusahaan asuransi di pasar modal dari 8 persen menjadi 20 persen untuk memperkuat likuiditas.

Airlangga menegaskan, seluruh kebijakan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Republik Indonesia untuk menjaga kredibilitas dan daya saing pasar modal nasional. Pemerintah optimistis langkah-langkah tersebut akan membuat pasar modal Indonesia lebih kuat, adil, kompetitif, dan transparan.

Baca juga : API-IMA Optimistis Pemerintah Jaga Iklim Investasi Tambang yang Berkelanjutan

Pada perdagangan Jumat (30/1/2026), IHSG dibuka menguat 88,88 poin atau 1,08 persen ke posisi 8.321,08, setelah sebelumnya sempat tertekan dan memicu penghentian sementara perdagangan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense