Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Rakernas PUTRI 2025, Bahas Kolaborasi Pemerintah, BUMN Dan Industri Rekreasi
Senin, 8 Desember 2025 20:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) baru saja menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakernas). Mereka ingin mewujudkan sinergi nasional melalui kolaborasi pemerintah, BUMN, dan industri rekreasi.
Mengusung tema Explore with Confidence, Stay Protected, Rakernas PUTRI 2025 yang berlangsung 6-8 Desember ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional. Seperti Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, dan Wakil Kepala II Badan Pengaturan BUMN Tedi Bharata.
Pada kesempatan itu, Bima menekankan pentingnya sinergj ekosistem pariwisata sebagai kunci peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional dan jalan keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap).
Ia menyebut, Indonesia berada pada momentum menuju Indonesia Emas 2045. Untuk mencapai target menjadi salah satu negara berpendapatan terbesar di dunia, Indonesia harus memiliki double digit economic growth.
Bima mengingatkan, pertumbuhan ekonomi nasional tidak akan tercapai tanpa dukungan daerah. Terutama sektor pariwisata sebagai salah satu sumber strategis peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sayangnya, meski otonomi daerah telah berjalan hampir 30 tahun, kapasitas fiskal daerah mandiri masih terbatas. "Jadi kita punya target tinggi, tapi kapasitas fiskal di daerah rendah. Di situlah konteks tourism industry (berperan), ruangnya di situ," ulas Bima dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (8/12/2025).
Baca juga : Hakordia 2025, KPK Konsolidasikan PAKSIāAPI Perkuat Gerakan Integritas
Setidaknya, momentum Indonesia Emas 2045 dan kebutuhan akan pertumbuhan ekonomi ditopang dua hal. Pertama, faktor pendorong. Kedua, faktor penarik. Meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk healing, terutama di kalangan generasi Z, menjadikan bisnis rekreasi sebagai peluang besar.
Bima menekankan, diferensiasi wisata Indonesia sangat kaya, dengan keunikan di setiap daerah. Meski teknologi belum menjadi keunggulan utama, sektor pariwisata Indonesia memiliki kekuatan besar.
Bima berpesan agar kepala daerah memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan dan melibatkan organisasi seperti PUTRI dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sejak tahap perencanaan. Termasuk dalam penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPDA).
Ia menegaskan, penguatan pariwisata harus berlandaskan undang-undang pariwisata agar tercipta ekosistem yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. "Pariwisata adalah bisnis kepercayaan. Jangan sampai ada tragedi yang merusak trust," pesannya.
Bima menyambut terbuka aspirasi agar PUTRI berperan sebagai advisor ahli di kementerian pada isu-isu gastronomi, wellness tourism, dan pengelolaan destinasi. Rekomendasi Kemendagri mencakup tiga hal. Pertama, memberikan masukan kebijakan untuk program-program tertentu. Kedua, terlibat dalam event strategis. Ketiga, memperkuat jejaring melalui organisasi kepala daerah seperti Apeksi, Apkasi, dan APPSI.
Wakil Kepala II Badan Pengaturan BUMN Tedi Bharata memastikan bahwa BUMN siap bermitra selama program yang diajukan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
Baca juga : Gelar Raker 2025, APJAPI Gelar Perkuat Peran Strategis Industri Jasa Penagihan
"BUMN sejak lama turut hadir dalam pengembangan pariwisata melalui dukungan infrastruktur, sertifikasi, dan fasilitas keuangan," katanya.
Namun, ia mengingatkan bahwa tidak semua inisiatif harus dibingkai sebagai CSR, karena aspek bisnis BUMN juga harus menjadi pertimbangan. Pengusaha pariwisata didorong untuk meyakinkan BUMN dengan proposal yang jelas, terukur, dan berdaya guna.
Ketua DPP PUTRI Hans Manansang mengatakan, fokus tahunan PUTRI meliputi beberapa hal. Seperti menguatkan bottom line, mendorong kinerja perusahaan taman rekreasi, sekaligus memastikan hadirnya dampak sosial nyata kepada masyarakat. Orientasi ini dipandang penting untuk menjaga keberlanjutan industri wisata yang inklusif.
Sekretaris Jenderal PUTRI Heni Smith menggarisbawahi tantangan berat yang dihadapi industri saat ini. Yakni, penurunan daya beli kelas menengah.
"Industri taman rekreasi saat ini tengah mengalami penurunan signifikan akibat melemahnya daya beli kelas menengah: segmen terbesar pengunjung wisata domestik. Middle class sedang hilang," ungkapnya.
Ia menyinggung kebijakan pembatasan study tour di beberapa daerah, terutama Jawa Barat, yang memukul kunjungan ke destinasi di Jawa Tengah, seperti Purbalingga, Banyumas, dan Banjarnegara, hingga 30 persen.
Baca juga : Rakernas REI 2025, Pengembang Minta Dukungan Pemerintah Permudah Perizinan
Heni berharap, pemerintah dapat memberikan relaksasi pajak, menurunkan harga tiket pesawat, serta lebih kuat mempromosikan wisata dalam negeri untuk memulihkan sektor tersebut. Ia juga mencatat bahwa teman-teman di daerah tetap berjuang dan beradaptasi dengan tren baru seperti wisata wellness.
Dirut PT Sucofindo, Jobi Triananda Hasjim mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan PUTRI selama 1,5 tahun merumuskan standar K3 bagi taman wisata. Sucofindo akan menerapkan sistem pemeringkatan, seperti skema bintang 1, 2, dan 3 yang dimiliki hotel, agar pengunjung dapat memilih destinasi berdasarkan kelengkapan dan kualitas keamanannya.
Dirjen Pemerintahan Desa telah menyiapkan anggaran pelatihan bagi aparatur desa mencakup manajemen destinasi, pemasaran wisata, digital marketing, dan pembangunan ekosistem.
Rakernas PUTRI juga menyoroti tantangan pendataan destinasi wisata yang belum akurat. Proyek wisata harus dikembangkan dengan konsep matang dan komunikasi intensif dengan budayawan, akademisi, dan komunitas sejak tahap perencanaan. Diversifikasi wisata perlu diperluas, tidak hanya mengandalkan tren sesaat seperti wisata horor, tetapi juga dengan wisata edukatif, inspiratif, ekowisata, dan wellness tourism.
Setelah pembukaan, Rakernas dilanjutkan dengan acara Ngobrol Bareng PUTRI (NGOPI). Acara dialog dipandu oleh Gusti Kanjeng Ratu Bendara dan Bendahara Umum DPP PUTRI Redita Aliyah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya