BREAKING NEWS
 

Wujudkan Ekonomi Hijau, ICEST Institute Kembali Gelar ICCES dan ICEA 2026

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Jumat, 30 Januari 2026 11:22 WIB
Peluncuran Circular Economy Award (ICEA) dan International Conference on Circular Economy and Sustainability (ICCES) 2026 di Hotel JW Marriott Jakarta, Kamis (29/1/2026). (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia for Circular Economy and Sustainability Transformation (ICEST) Institute kembali meluncurkan agenda Indonesian Circular Economy Award (ICEA) dan International Conference on Circular Economy and Sustainability (ICCES) 2026. Peluncuran tersebut digelar di Hotel JW Marriott Jakarta, Kamis (29/1/2026) secara hybrid.

ICEA dan ICCES 2026 mengusung tema “Empowering Leadership, Creating Impact on Sustainable Future Through Circular Economy” atau “Memberdayakan Kepemimpinan, Menciptakan Dampak pada Masa Depan yang Berkelanjutan Melalui Ekonomi Sirkuler”.

Chairman ICEST Institute, Suharman Noerman, yang didampingi Wakil Ketua Dewan Pakar ICEST Institute Dr Edi Iswanto Wiloso mengatakan, penyelenggaraan konferensi internasional dan pemberian penghargaan tersebut merupakan tindak lanjut dari Deklarasi Bali 2025 yang dihasilkan pada penutupan ICCES perdana, 18 November 2025.

"Deklarasi Bali memberi arti penting bagi penguatan pelaksanaan tata jalan ekonomi sirkular di Indonesia yang sejalan dengan komitmen para pihak terutama pihak dunia usaha dan regulator/pemerintah. ISO 59000 merupakan kerangka kerja internasional dan memandu agar berbagai organisasi bertransisi dari ekonomi linier (habis pakai) menjadi ekonomi sirkular (pemanfaatan limbah tetap menjadi produk berguna)," ungkap Suharman Noerman dalam keterangannya.

Baca juga : Kuatkan Ekonomi Rakyat, Gema Bangsa Jabar Gelar Pembekalan UMKM

Menurut Suharman, ICEA dan ICCES 2026 mendapat dukungan dari Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Perindustrian, serta sejumlah kementerian lain yang tergabung dalam Stakeholder Advisory Group (SAG) sebagai bentuk komitmen lanjutan atas kesuksesan ICCES perdana di Bali.

"ICEST Institute akan mempercepat proses transformasi linier menjadi sirkular model dalam proses bisnis dan percepatan pembangunan serta mempertimbangkan azas-azas keberlanjutan sebagai model pembangunan ekonomi hijau terutama di Indonesia," lanjut Suharman.

Ia menegaskan, keselarasan kebijakan yang terintegrasi menjadi langkah penting agar eksploitasi sumber daya alam dapat diminimalisir dan proses industri benar-benar memberikan dampak optimal bagi kemaslahatan umat manusia. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Adsense

Selain itu, ICEST Institute juga terus mendorong kesadaran komunitas global dalam mitigasi three planetary crisis, yakni perubahan iklim, penipisan sumber daya alam, dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Baca juga : Gandeng Kementerian Ekonomi Kreatif, RCTI Hadirkan IMA 2025

"Untuk itu ICEST Institute akan melakukan serangkaian kegiatan yang bersinergi dengan multi pihak pada tahun 2026 yang meliputi diantaranya Webinar Internasional secara bulanan, Training workshop circular economy terkait ISO 59000 series, Melanjutkan pelaksanaan ICEA 2026 bersamaan dengan ICCES 2026, Program Studi Banding, Mendukung sirkular mapping industri dan penyusunan peta jalan sirkular ekonomi," papar Suharman.

Suharman menambahkan, rangkaian kegiatan tersebut membutuhkan kolaborasi multipihak, baik di tingkat nasional, regional, maupun internasional. Karena itu, ICEST Institute membuka ruang kerja sama dengan tokoh kunci serta lembaga inisiator dan pemerhati ekonomi sirkuler.

Sejumlah mitra internasional yang terlibat antara lain Learn2improveyourplanet Nederland, CSR Company International Austria, ISO SGN 26000 Austria dan Indonesia, serta ASEAN Circular Economy Business Alliance (ACEBA) Singapura.

Sementara mitra nasional meliputi Inaplas, Aliansi Ekonomi Sirkular Indonesia (INSEA), ADUPI, APKI, serta para ahli dan praktisi ekonomi sirkuler yang tergabung dalam Komite Teknis 13-13 BSN.

Baca juga : Perkuat Solidaritas Dan Kolaborasi, Human Initiative Gelar FIF 2025

Memasuki awal 2026, ICEST Institute juga mengagendakan workshop ekonomi sirkuler berbasis ISO 59000 series dengan topik “Penguatan Circular Value Network di Indonesia”.

Kegiatan ini akan didukung para ahli ekonomi sirkuler internasional dari Working Group ISO TC 323 Circular Economy, termasuk dari Belanda dan Swedia, serta praktisi dan pakar nasional dari tim Komtek BSN.

Peluncuran ICEA dan ICCES 2026 beserta workshop ISO 59000 series ini diharapkan menjadi penguatan komitmen bersama para pemangku kepentingan, baik nasional maupun internasional, dalam mendorong percepatan penerapan ekonomi sirkular di Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense