Dark/Light Mode

Perkuat Solidaritas Dan Kolaborasi, Human Initiative Gelar FIF 2025

Rabu, 5 November 2025 17:39 WIB
Human Initiative (HI) menggelar Future Initiative Forum (FIF) 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (5/11/2025). (Foto: Dok. Dede Iswadi Idris/Rakyat Merdeka/RM.id)
Human Initiative (HI) menggelar Future Initiative Forum (FIF) 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (5/11/2025). (Foto: Dok. Dede Iswadi Idris/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Untuk memperkuat sinergi serta membangun solusi kolaboratif yang berkelanjutan. Human Initiative (HI) menggelar Future Initiative Forum (FIF) 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (5/11/2025).

Forum dengan tema “Driving Sustainable Impact Through Multi-Stakeholders Collaboration” ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga filantropi, akademisi, media, hingga sektor perusahaan.

Seluruh peserta berdiskusi tentang pentingnya kolaborasi dalam menghadapi tantangan kemanusiaan, ketimpangan sosial, krisis iklim, dan isu ekonomi yang semakin kompleks.

President of Human Initiative Tomy Hendrajati menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk menciptakan kebaikan yang berkelanjutan.

“Tidak ada kebaikan yang tumbuh tanpa kolaborasi. Kita hidup di dunia yang saling terhubung, di mana krisis kemanusiaan, ketimpangan sosial, krisis iklim, dan tantangan ekonomi tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja,” ujar Tomy.

Baca juga : Perumnas Ajak Swasta Kolaborasi Bangun Hunian Terjangkau di Medan

Pernyataan serupa disampaikan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, yang menekankan bahwa kolaborasi menjadi fondasi dalam memperkuat upaya pemberdayaan masyarakat.

“Pemerintah tidak bisa sendirian. Kita butuh kolaborasi untuk memberdayakan secara ekonomi dan membangun rumah layak huni. Kami berharap sinergi antara pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam urusan kemanusiaan dan pengentasan kemiskinan bisa semakin kokoh,” tuturnya.

Agus mengapresiasi Human Initiative dan lembaga filantropi lainnya. Dia bilang, lembaga ini memiliki visi dan misi yang sejalan dengan pemerintah, yakni pemberdayaan masyarakat kurang mampu.

Sebagai rujukan bagi lembaga kemanusian dalam menyasar penerima manfaat, Agus menyebut, kini sudah ada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Agus menambahkan, jumlah penduduk miskin per Maret 2025, sebanyak 23,85 juta orang atau 8,47 persen. Namun kini, untuk membantu dan mengangkat derajat warga miskin, pemerintah mengubah paradigma bukan pemberian bantuan sosial (bansos) tapi pemberdayaan. Salah satunya, dengan pembangunan Sekolah Rakyat.

Baca juga : Perkuat Ekosistem Teknologi Kesehatan, Kemenkes Gelar Sandbox 2025

Tahun ini, Kemensos bersama Kementerian Pendidikan dan stakeholder terkait telah menghadirkan 166 Sekolah Rakyat rintisan. Program ini bukan hanya menyasar pada siswa, tapi orangtuanya juga diberdayakan dan rumahnya diperbaiki.

"Dengan rendah hati Kemensos mengajak bapak-ibu semua untuk memberdayakan. Masih banyak saudara-saudara kita yang harus kita berdayakan," ucapnya.

Sementara Retno Marsudi, UN Secretary-General Special Envoy on Water, menyoroti pentingnya memperkuat solidaritas di tengah perubahan global yang cepat.

“Situasi dunia sangat dinamis, maka yang dapat kita perkuat bersama adalah solidaritas dan kerja sama melalui acara yang diinisiasi oleh Human Initiative ini,” ucap mantan Menteri Luar Negeri RI tersebut.

Melalui FIF 2025, Human Initiative menekankan kolaborasi sebagai kekuatan dalam menenun dampak berkelanjutan.

Baca juga : BCA Syariah Dan Adrie Basuki Kolaborasi Dorong Fashion Berkelanjutan

Forum ini menjadi momentum untuk mempertemukan visi kemanusiaan dengan strategi bisnis yang berorientasi pada Sustainable Development Goals (SDGs) serta menciptakan nilai bersama yang memberi manfaat bagi masyarakat, lingkungan, dan keberlangsungan usaha.

FIF 2025 menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci dalam menggerakkan kebaikan dan memartabatkan manusia.

Sinergi lintas sektor membuka peluang lebih luas untuk menciptakan perubahan berkelanjutan, memperkuat ketahanan sosial, serta menumbuhkan nilai kemanusiaan yang inklusif di setiap langkah kolaborasi. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.