Dark/Light Mode

Cetak Generasi Emas, Kao Indonesia Kembali Gelar Program Edukasi Anak KAO

Kamis, 21 Agustus 2025 22:09 WIB
Foto Dok KAO Indonesia
Foto Dok KAO Indonesia

RM.id  Rakyat Merdeka - Kao Indonesia kembali menggelar program edukasi Anak KAO (Kreatif, Aktif, Optimis) – Sekolah Sehat 2025 sebagai bentuk kontribusi sosial dan upaya menciptakan generasi masa depan yang lebih bersih, sehat, dan peduli lingkungan guna mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045, melalui Generasi Emas Indonesia Berkarakter yang menjadi salah satu fokus pemerintah. Program edukasi Anak KAO – Sekolah Sehat juga merupakan bentuk komitmen nyata Kao Indonesia dalam implementasi ESG (Environmental, Social, and Governance) untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Peresmian program edukasi Anak KAO – Sekolah Sehat 2025 digelar di SMPN 16 Jakarta, Jakarta Selatan pada Kamis, 21 Agustus 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh Shoichi Hasegawa, Presiden Direktur Kao Indonesia. Dr. Maulani Mega Hapsari, Direktur Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kemendikdasmen RI; serta dr. Elvieda Sariwati, M.Epid., Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas, Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Kemenkes RI.

Sejalan dengan strategi ESG Perusahaan yaitu Kirei Lifestyle Innovation, edukasi Anak KAO – Sekolah Sehat 2025 menjadi kontribusi nyata Kao Indonesia dalam menciptakan lingkungan sekolah sehat. Sejak diluncurkan pada 2016, program ini telah menjangkau lebih dari 42.600 anak-anak di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dampaknya, sebanyak 98% siswa memahami implementasi PHBS pasca mengikuti program edukasi Anak KAO pada tahun 2024. Pada tahun 2025 ini, Kao Indonesia menargetkan lebih dari 10.000 siswa dan tidak hanya menjangkau kota-kota di Pulau Jawa namun juga akan menjangkau daerah Indonesia Timur yaitu Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur dan Sentani, Papua, yang bekerja sama dengan Wahana Visi Indonesia.

Baca juga : SWF Bisa Jadi Pembeda Indonesia di Tengah Fragmentasi Investasi Global

Presiden Direktur Kao Indonesia, Shoichi Hasegawa, dalam keterangan tertulisnya pada media, Kamis (21/8) mengatakan, "Kami bangga dapat melanjutkan kolaborasi sinergis lintas sektor untuk bersama-sama menciptakan generasi masa depan yang tidak hanya sehat secara fisik dan mental, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi akan kebersihan diri dan kelestarian lingkungan. Hal ini tentunya sejalan dengan komitmen Kao Indonesia untuk menciptakan gaya hidup Kirei, yaitu gaya hidup yang bersih, sehat, dan peduli sesama. Tahun ini, kami berkomitmen untuk memperluas jangkauan program edukasi ke daerah Nusa Tenggara Timur dan Papua serta kompetisi Duta Anak KAO di tingkat SMP."

Dr. Maulani Mega Hapsari, menjelaskan “SDM yang unggul merupakan poin terpenting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 dimana 8 karakter utama bangsa yaitu religius, bermoral, sehat, cerdas dan kreatif, kerja keras, disiplin, mandiri dan bermanfaat harus dicapai melalui pembiasaan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Kami mengapresiasi apa yang dilakukan Kao Indonesia sebagai mitra resmi Kemendikdasmen dalam melakukan edukasi kepada anak-anak terkait dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Tentunya ini menjadi hal yang positif dan berkontribusi untuk implementasi pembiasaan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.”

Edukasi Anak KAO (Kreatif, Aktif, Optimis). Sekolah Sehat 2025 meliputi peningkatan kesadaran implementasi dan praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, dimana kebiasaan menjaga kebersihan diri (personal hygiene) baik di rumah dan lingkungan sekolah menjadi hal dasar dan fundamental untuk anak dalam meningkatkan kepercayaan diri dalam aktivitas pembelajaran setiap hari, meliputi, Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Mandi setelah beraktivitas. Menjaga kebersihan pakaian. Manajemen kebersihan menstruasi dan pubertas pada siswi. Kebersihan lingkungan melalui kebiasaan memisahkan sampah kemasan sehingga tidak berakhir di TPA.

Baca juga : Teken MoU, Indonesia Siapkan Tenaga Kerja Profesional Ke Jepang

Sementara itu, dr. Elvieda Sariwati, juga menyambut baik program edukasi Anak KAO, Sekolah Sehat 2025. Menurutnya, keterlibatan sektor swasta menjadi sangat penting dalam memperluas pembudayaan GERMAS di Masyarakat. “Program edukasi Anak KAO (Kreatif, Aktif, Optimis) Sekolah Sehat diharapkan tidak hanya mengajarkan anak-anak tentang pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah antara lain makan makanan bergizi seimbang termasuk mengendalikan konsumsi gula berlebih, rajin aktivitas fisik atau olah raga 1 jam per hari, tidak merokok, cuci tangan yang benar, mengikuti cek kesehatan; menjadi poin penting dan mendasar, namun juga menciptakan lingkungan yang kondusif serta memberikan teladan bagi anak-anak untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.” Ungkap Elvieda.

Adapun selain program edukasi Anak KAO, Sekolah Sehat, Kao Indonesia juga menginisiasi Anak KAO BISA (Bijak Sampah) di 10 sekolah terpilih sebagai upaya untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan diri dan lingkungan dengan memilah dan mengolah sampah plastik dengan semangat “bring knowledge into practical”. Melalui penyediaan Waste Point, anak-anak diajak mempraktikkan pemilahan sampah, seperti mengumpulkan kemasan bekas pakai produk Kao untuk kemudian didaur ulang bersama mitra pengelola sampah sehingga tidak berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Selain itu, pilot project Kompetisi Duta Anak KAO tahun ini juga mulai dijalankan, dimana Kao Indonesia mengajak peran serta guru dan siswa untuk menjadi penggerak (agent of change) perubahan di lingkungan sekolah.

“Tahun ini kami melengkapi program edukasi yang telah dilakukan sejak tahun 2016. Dari sisi jangkauan program, Anak KAO – Sekolah Sehat 2025 melibatkan sekolah-sekolah di daerah Nusa Tenggara Timur dan Papua, sehingga diharapkan dapat memberikan dampak positif yang lebih luas tentang pemahaman kebersihan diri dan lingkungan. Sedangkan dari aspek behavior change, kami ingin anak-anak menjadi penggerak dan promotor perubahan melalui Kompetisi Duta Anak KAO dimana anak-anak akan menyelesaikan rangkaian misi dan tantangan terkait kebersihan diri dan kepedulian lingkungan. Selain itu, kami melanjutkan program Anak KAO Bijak Sampah (BISA) untuk mengajak anak-anak memilah dan mendaur ulang produk kemasan Kao,” tutup Shoichi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.