BREAKING NEWS
 

Transformasi Struktural Di Pasar Modal

Danantara Sambut Percepatan Demutualisasi Bursa Efek Indonesia

Reporter & Editor :
ESTI FITRIA WULANDARI
Sabtu, 31 Januari 2026 06:35 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani (tengah) saat memaparkan dukungan Danantara terhadap rencana Pemerintah melakukan Demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Wisma Danantara di Jakarta, Jumat (30/1/2026). (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Danantara Indonesia menyambut positif langkah pemerintah dalam mendorong percepatan demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai bagian dari transformasi struktural pasar modal nasional.

Kebijakan ini dipandang sebagai upaya penting untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi, serta memperdalam pasar modal Indonesia. 

Dalam konteks tersebut, Danantara Indonesia memandang percepatan demutualisasi sebagai langkah yang selaras dengan praktik internasional dalam memperkuat infrastruktur pasar keuangan. 

Baca juga : Pramono Bicara Penanganan Banjir, Tata Ruang Di Jakarta Tidak Mudah Diubah

Upaya ini dinilai dapat membantu menciptakan struktur pasar yang lebih sehat, mengurangi potensi benturan kepentingan, serta meningkatkan kepercayaan pelaku pasar terhadap sistem dan institusi pasar modal Indonesia. 

Sebagai lembaga pengelola investasi negara, Danantara Indonesia menilai penguatan governance di pasar modal memiliki relevansi strategis, mengingat peran signifikan BUMN dalam struktur pasar. 

Adsense

Rosan Roeslani, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, menegaskan, “Danantara dan pihak lainnya memiliki kepentingan besar karena hampir 30 persen kapitalisasi pasar Bursa Efek berasal dari BUMN. Oleh karena itu, transparansi dan tata kelola yang baik harus terus dijunjung tinggi.” 

Baca juga : Leeds Vs Arsenal, Neraka Di Elland Road

Lebih lanjut, Rosan menyampaikan keterbukaan Danantara Indonesia terhadap proses demutualisasi yang tengah dipercepat pemerintah, sejalan dengan praktik internasional di berbagai yurisdiksi. “Dengan percepatan demutualisasi, Danantara Indonesia bersikap terbuka sebagaimana praktik di berbagai negara di mana sovereign wealth fund menjadi bagian dari bursa.” 

Ia menambahkan bahwa langkah tersebut diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi penguatan pasar modal Indonesia. Langkah ini dipandang sangat positif untuk memperdalam pasar, meningkatkan transparansi, dan memperkuat Bursa Efek Indonesia ke depan. 

Danantara Indonesia memandang seluruh inisiatif penguatan pasar modal ini sebagai bagian dari upaya bersama untuk membangun fondasi pasar yang lebih kredibel, inklusif, dan berkelanjutan. 

Baca juga : Thailand Masters 2026, Indonesia Kunci Dua Tiket Final

Penguatan tata kelola dan struktur pasar dinilai penting untuk menciptakan ekosistem investasi yang sehat, meningkatkan kepercayaan pelaku pasar, serta memperkuat fungsi pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi perekonomian nasional. 

Dalam kerangka tersebut, Danantara Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan institusi dan praktik tata kelola yang baik di pasar keuangan, sejalan dengan mandatnya sebagai pengelola investasi negara dan bagian dari ekosistem pasar modal Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense