BREAKING NEWS
 

Serap 6 Ribu Tenaga Kerja

Danantara Resmikan Proyek Hilirisasi Fase I Senilai 7 Miliar Dolar AS

Reporter & Editor :
ESTI FITRIA WULANDARI
Senin, 9 Februari 2026 06:35 WIB
Menteri Investasi/Kepala BKPM yang juga CEO Danantara Rosan Roeslani (dua kiri), bersama Chief Operating Officer (COO) Danantara Donny Oskaria (dua kanan), Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir (kiri), dan CTO Danantara Sigit Puji Santosa saat melakukan prosesi groundbreaking Proyek Hilirisasi Fase I, di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (6/2/2026). (Foto: Dok. Pertamina)

 Sebelumnya 
 

Hilirisasi Pangan Dan Menuju Swasembada Garam 

Di sektor pangan, ID FOOD melalui anak usahanya PT Berdikari meresmikan Fasilitas Hilirisasi Poultry Terintegrasi di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Fasilitas yang dibangun di atas lahan 5,6 hektare ini dirancang memperkuat rantai nilai industri protein hewani dari hulu hingga hilir. 

Proyek ini ditujukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan protein nasional sekaligus menopang program strategis makan bergizi gratis. Selain di Malang, ID FOOD juga melakukan groundbreaking fasilitas serupa di Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Lampung, Gorontalo, dan Nusa Tenggara Barat, guna memperluas jangkauan dan memperkuat ketahanan pangan nasional. 

Masih di bawah ID FOOD, PT Garam melaksanakan groundbreaking tiga proyek hilirisasi Fase I. Ketiga proyek tersebut meliputi pembangunan Pabrik Garam Bahan Baku Industri berteknologi Mechanical Vapor Recompression (MVR) di Kabupaten Sampang dengan kapasitas 200.000 ton per tahun. Proyek ini dilaksanakan melalui skema joint operation bersama PT Putra Arga Binangun dan PT SCC Chemical Engineering Indonesia. 

Baca juga : Pusat-Daerah Bersinergi Ubah Sampah Jadi Energi

Selain itu, PT Garam membangun Pabrik Garam Bahan Baku Industri MVR di Manyar, Gresik. Fasilitas ini memiliki kapasitas 100.000 ton per tahun melalui kerja sama strategis dengan Unilever. Proyek hilirisasi lainnya adalah pembangunan Pabrik Garam Olahan Segoromadu 2 di Kabupaten Gresik dengan kapasitas produksi 80.000 ton per tahun. Total kapasitas tiga proyek tersebut mencapai 380.000 ton per tahun. 

Direktur Utama PT Garam Abraham Mose mengatakan, pelaksanaan proyek ini menjadi tonggak penting transformasi perusahaan menuju industri garam modern. “Groundbreaking tiga Proyek Hilirisasi Fase I ini menegaskan arah baru PT Garam menuju industri garam yang modern, terintegrasi, dan berdaya saing global. Melalui hilirisasi berbasis teknologi, kami berkomitmen mendukung ketahanan industri dan swasembada garam nasional,” ujar Abraham. 

Ia menambahkan, ke depan PT Garam masih memiliki tujuh proyek strategis lain yang akan terus didorong untuk direalisasikan. Proyek-proyek tersebut diharapkan mampu memperkuat rantai nilai industri garam nasional, meningkatkan kapasitas produksi, serta menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas melalui penyerapan tenaga kerja. 

Mineral Dan Logam, Smelter Terintegrasi MIND ID 

Di sektor mineral dan logam, MIND ID bersama INALUM dan ANTAM meresmikan fasilitas pengolahan bauksit-alumina aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat. 

Baca juga : King MU Kembali

Proyek tersebut ditujukan untuk mendukung program ketahanan mineral nasional sekaligus memperkuat pasokan bahan baku bagi industri manufaktur dalam negeri. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu memperkuat rantai nilai industri nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor aluminium. 

Melalui proyek strategis nasional ini, MIND ID mendorong peningkatan nilai tambah hingga 70 kali lipat, dari bauksit mentah menjadi alumina dan aluminium. Harga bauksit yang berada di kisaran 40 dolar AS per metrik ton dapat meningkat menjadi sekitar 400 dolar per metrik ton setelah diolah menjadi alumina, dan kembali melonjak hingga sekitar 2.800-3.000 dolar AS per metrik ton ketika diproses menjadi aluminium. 

Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin mengatakan, proyek ini memperkuat kemampuan produksi aluminium dari dalam negeri dan menunjukkan semakin berkurangnya ketergantungan Indonesia terhadap impor aluminium. Menurutnya, beroperasinya smelter aluminium baru tersebut juga berdampak signifikan terhadap peningkatan cadangan devisa negara. 

“Saat smelter aluminium baru beroperasi penuh, cadangan devisa diperkirakan naik hingga 394 persen, dari Rp 11 triliun menjadi Rp 52 triliun per tahun. Di sisi lain, pelaku industri manufaktur juga memperoleh kepastian pasokan bahan baku dari dalam negeri,” ujar Maroef. 

Baca juga : Motor Terbaru Ducati Buas, Lorenzo Sebut Marquez Siap-siap Menggila Lagi

Ia menegaskan, proyek ini merupakan kontribusi nyata Grup MIND ID dalam menciptakan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat perekonomian nasional, serta memperkokoh kedaulatan negara di sektor mineral. “Ini kami lakukan demi menopang peradaban masa depan Indonesia,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense