Dark/Light Mode

Berpetualang Di Pegunungan Bersalju Swiss (4)

Tergelincir Saat Main Ski, Pengalaman Asyik & Fun

Minggu, 8 Februari 2026 07:20 WIB
Empat jurnalis peserta Media Trip, bersiap berlatih ski di Swiss Ski School, Desa Murren, Pegunungan Schilthorn. (Foto: Ferani Heng/Switzerland Tourism Indonesia)
Empat jurnalis peserta Media Trip, bersiap berlatih ski di Swiss Ski School, Desa Murren, Pegunungan Schilthorn. (Foto: Ferani Heng/Switzerland Tourism Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jurnalis Rakyat Merdeka Kartika Sari, mengikuti Media Trip bertajuk “Beginner’s Guide to Winter” pada 25–31 Januari 2026 di Swiss atas undangan Switzerland Tourism di Indonesia. Seluruh rangkaian acara digelar outdoor, di tengah hamparan salju. Kami menjajal olahraga snowboard, ski, sledding, snowshoe hiking dan thrill walk di alam pegunungan yang alami. Sebuah petualangan menantang yang memicu adrenalin, sekaligus jadi pengalaman yang mengesankan dan super fun. Berikut laporannya.

Sebelumnya saya hanya menonton orang bermain ski lewat film di bioskop atau di televisi. Makanya, saya sangat senang dan antusias saat akhirnya punya kesempatan mencoba olahraga ekstrem ini. Olahraga ski adalah aktivitas meluncur di atas permukaan salju, menggunakan sepasang papan panjang (ski board) yang di pasang di kaki dan tongkat ski untuk keseimbangan. 

Populer sebagai rekreasi musim di ngin, ski terbagi menjadi beberapa jenis. Yaitu, Ski Alpen (meluncur menuruni bukit atau gunung bersalju, sering dilakukan di resor dengan ski lift). Lalu Ski Lintas Alam atau cross country (melintasi medan salju datar atau pegunungan dengan papan yang lebih tipis). 

Selanjutnya Lompat Ski, (meluncur dari bidang miring untuk mencapai lompatan terjauh). Terakhir, Ski Gaya Bebas (kombinasi ski dengan akrobatik). 

Baca juga : Ketua-Wakil Ketua PN Depok Jadi Tersangka

Perlengkapan yang diperlukan untuk bermain ski adalah jaket dan pants anti-air, papan ski, sepatu bot khusus, pengikat (bindings), tongkat (poles), helm, dan kacamata ski. Setelah mengenakan semua perlengkapan tersebut, kami diajak ke lapangan luas berselimut salju tebal. 

Sebagai pemula, kami berlatih di Swiss Ski School yang berlokasi di Desa Murren, Pegunungan Schilthorn. Instrukturnya adalah Chiara, pengajar ski profesional asal kota Bern. Selama winter, dia mengaku menetap di Desa Muren sebagai instruktur ski. Muridnya kebanyakan anak-anak hingga remaja. 

Menurut Chiara, dia mulai belajar ski saat berusia tiga tahun. “Dulu waktu kecil saya belajar ski di sini (Desa Muren di Pegunungan Schilthorn). Setelah dewasa, saya kembali ke sini sebagai pengajar. Murid saya kebanyakan anak-anak dari Jerman, Prancis, Italia, Inggris, selain warga Swiss sendiri,” ungkapnya. 

Selama peak season, yaitu saat liburan Natal, bulan Februari hingga Maret, Chiara mengaku sangat sibuk. Sebab, Februari adalah musim liburan di Swiss. 

Baca juga : PKB Jakarta Angkat Pengurus Dari Kalangan Anak Muda

“Biasanya saya harus mengajar sampai 100 orang anak-anak dalam sepekan saat peak season. Namun untuk pekan ini, hanya ada sekitar 40 anak-anak,“ jelasnya. 

Cuaca saat itu mendung. Suhu udara mencapai -10 derajat Celcius. Sangat dingin dan bikin badan menggigil. Apalagi hujan salju mulai turun. Helm, kacamata, pakaian, sepatu dan papan ski kami pun dipenuhi salju. 

Chiara menjelaskan cara dan teknik dasar bermain ski kepada kami sebagai pemula. Pertama, dia mengajarkan cara memasang dan mencopot sepatu dari papan ski. Sepatunya lumayan berat dan keras lho. Saat pertama kali berjalan memakai sepatu ski, saya merasa seperti robot. Berat dan kaku, mungkin karena belum terbiasa. 

Selanjutnya, Chiara mendemonstrasikan bagaimana berjalan di atas dua papan, setelah kedua kaki terikat. Gerakan Chiara terlihat sangat lentur dan lincah saat meluncur di atas salju, sambil memegang dua tongkat. Selanjutnya giliran kami mencoba gerakan yang diajarkan Chiara. 

Baca juga : Kader Tak Perform Bakalan Diganti, Meski Teman Sendiri

Pertama, Chiara mengajak kami meluncur di lapangan salju yang rata. Setelah itu, tantangan berikutnya adalah meluncur di medan yang menanjak. Kami berusaha keras untuk berjalan menanjak, di tengah salju yang licin. Lalu, kami diminta berjalan sambil memegangi tali yang bergerak menanjak ke atas. Saat itulah, beberapa dari kami terjatuh, menggelinding di atas salju. 

“Ingat, saat bermain ski, keseimbangan badan sangat penting. Posisi badan kita tidak boleh ke belakang, tapi harus menjorok ke depan. Kalau miring ke belakang, maka kita akan mudah jatuh,” ingat Chiara, sambil memberi contoh gerakan yang harus kami ikuti. 

Gerakan berikutnya adalah meluncur turun dengan medan yang lumayan curam. Lagi-lagi, kami jatuh tergelincir. Chiara pun membantu kami untuk kembali berdiri. Ternyata olahraga ski tidak semudah yang dibayangkan. Selain harus pandai mengontrol keseimbangan badan, kita juga mesti lincah bergerak di atas dua papan sambil memegang tongkat sebagai penopang tubuh. 

Selain memicu adrenalin, olahraga ski juga sangat menyenangkan, terutama buat mereka yang sudah mahir. Nah, buat kami sebagai pemula, tetap asyik dan fun kok. Berlatih ski di negara penghasil cokelat dan keju paling lezat di dunia, akan menjadi pengalaman yang tak akan pernah terlupakan. Meskipun kami sempat jatuh bangun di atas salju, meringis kesakitan hingga beberapa bagian tubuh memar. No pleasure without pain. Bersambung

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.