BREAKING NEWS
 

OJK Berharap Mojang Bisa Tingkatkan Literasi Keuangan Digital Milenal dan Gen Z

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : MARULA SARDI
Selasa, 10 Februari 2026 17:32 WIB
PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) bersama Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) Indonesia meluncurkan MOJANG (Modul Bijak Keuangan) sebagai panduan literasi keuangan praktis bagi anak muda. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) bersama Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) Indonesia meluncurkan MOJANG (Modul Bijak Keuangan) sebagai panduan literasi keuangan praktis bagi anak muda.

Peluncuran MOJANG dilatarbelakangi oleh temuan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Survei tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara tingkat inklusi dan literasi keuangan masyarakat Indonesia. Indeks inklusi keuangan tercatat mencapai 80,51%, sementara tingkat literasi keuangan baru berada di angka 66,46%.

Kepala Divisi Perencanaan, Pengembangan, Evaluasi Literasi dan Edukasi Keuangan Naomi Triyuliyani menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif tersebut.

“Kami berharap peluncuran MOJANG menjadi langkah awal bagi kita semua untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam literasi keuangan ataupun motivasi untuk terus meningkatkan skill kehidupan lainnya. Kami sangat mengharapkan seluruh fasilitas yang ada termasuk MOJANG,” kata Naomi di Jakarta, Selasa (10/2/2026). 

Baca juga : Novita Wijayanti Tekankan Pentingnya Empat Pilar Kebangsaan Di Cilacap

Sekretaris Jenderal AFTECH Firlie Ganinduto menilai, percepatan adopsi layanan keuangan digital di kalangan Gen Z dan Milenial perlu diimbangi dengan peningkatan literasi yang sejalan. 

“Bagi AFTECH, inovasi fintech harus berjalan beriringan dengan literasi keuangan dan perlindungan konsumen. MOJANG menjadi contoh kolaborasi strategis agar generasi muda tidak hanya punya akses, tetapi juga pemahaman dalam menggunakan layanan keuangan digital secara bertanggung jawab,” ujar Firlie. 

Sebagai platform Pindar berizin dan diawasi OJK, Easycash melihat peningkatan literasi keuangan generasi muda sebagai kebutuhan mendesak. MOJANG dikemas dengan pendekatan yang ringan dan kontekstual, membahas topik-topik krusial seperti pengelolaan arus kas. 

Adsense

Direktur Utama Easycash, Nucky Poedjiardjo, menekankan pentingnya kesadaran dan kemauan belajar dalam menghadapi dinamika keuangan digital.

“Gen Z dan milenial hidup di tengah arus informasi dan pilihan yang serba cepat, sehingga rentan salah langkah dalam mengambil keputusan finansial. Lewat MOJANG, kami ingin menghadirkan panduan yang dekat dengan realitas mereka, tidak menggurui, tetapi mendampingi proses belajar,” ungkap Nucky.

Baca juga : KSMI Bertekad Bawa Indonesia ke Piala Dunia Minifootball

Salah satu fokus utama MOJANG adalah pentingnya reputasi kredit. Dalam praktiknya, masih banyak generasi muda yang belum memahami bahwa rekam jejak pembayaran dan pengelolaan utang dapat memengaruhi akses keuangan di masa depan, termasuk pinjaman, pembiayaan usaha, hingga perencanaan jangka panjang.

President & Chairman IARFC Indonesia, Aidil Akbar Madjid, menegaskan bahwa reputasi kredit merupakan cerminan perilaku finansial seseorang.

“Dari sudut pandang perencana keuangan, masalah sering kali bukan pada produknya, tetapi pada kurangnya literasi. MOJANG hadir sebagai panduan praktis agar generasi muda memahami risiko, reputasi kredit, dan mampu mengambil keputusan finansial secara lebih bijak dan bertanggung jawab,” jelas Akbar.

Easycash menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari tanggung jawab industri dalam mendukung ekosistem keuangan yang sehat dan berkelanjutan.

“Upaya ini jadi bagian dari komitmen bersama kita untuk memperkuat literasi keuangan agar generasi muda nggak hanya melek layanan keuangan, tetapi juga mampu mengelola risiko dan tanggung jawabnya sejak dini, untuk menyiapkan masa depan finansial yang sehat dan berkelanjutan,” tutupnya.

Baca juga : Prabowo Komit Bangun Indonesia Tanpa Lihat Peta Dukungan di Pilpres

Kesenjangan ini juga terlihat di kalangan generasi muda. Kelompok usia 18–25 tahun mencatat inklusi sebesar 89,96% dengan literasi 73,22%. Usia 26–35 tahun memiliki inklusi 86,10% dengan literasi 74,04%, sedangkan usia 36–50 tahun mencatat inklusi 85,81% dan literasi 72,05%. 

Data ini menunjukkan bahwa akses terhadap layanan keuangan sudah tinggi, namun pemahaman terkait penggunaannya belum sepenuhnya optimal.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense