BREAKING NEWS
 

Bertemu 22 Pengusaha

Presiden: Industri Harus Beri Manfaat Nyata bagi Rakyat

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : UJANG SUNDA
Rabu, 11 Februari 2026 08:36 WIB
Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan 22 pengusaha di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Senin (9/2/2026) malam. (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya sektor industri memberikan manfaat nyata bagi rakyat, serta menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya. Hal ini disampaikan Prabowo saat bertemu 22 konglomerat dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Senin (9/2/2026) malam.

Pertemuan berlangsung lebih dari 3 jam, dari pukul 18.50 hingga 22.00 WIB. Presiden Prabowo didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, dan Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan.

Sementara, 22 pengusahaan dari APINDO itu yakni Sofjan Wanandi, Sudamek, Suryadi Sasmita, Haryanto Adikoesoemo, Mucki Tan, Harijanto, Johny Darmawan, Shinta W. Kamdani, Sanny Iskandar, Eddy Hussy, Soegianto Nagaria, Lindrawati Widjojo, Hendra Widjaja, Budiarsa Sastrawinata, Ronald Walla, Adhi Lukman, Raymond Gunawan, Dedy Rochimat, Kris Adidarma, Leo Yulianto Sutedja, dan Harry Lukminto.

Diskusi digelar di ruang perpustakaan pribadi Prabowo. Prabowo dan para pengusaha duduk melingkar menghadap meja bundar besar. Mereka membahas mengenai kondisi ekonomi nasional serta berbagai tantangan dunia usaha ke depan. Suasananya hangat dan penuh semangat kebersamaan.

Dalam paparannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya semangat Indonesia Incorporated, yakni kolaborasi erat antara Pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya, memperkuat daya saing nasional sehingga dapat mempercepat pembangunan ekonomi.

Baca juga : Menjelang Ramadan–Lebaran, Pemerintah Guyur Bansos Dan Diskon Tiket Mudik

“Pembangunan industri harus memberikan manfaat nyata bagi rakyat, membuka lapangan kerja seluas-luasnya, dan memperkuat kemandirian bangsa,” ucap Kepala Negara.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mendengarkan berbagai masukan dan aspirasi pelaku usaha. Termasuk pandangan mereka terkait arah kebijakan ekonomi nasional.

Prabowo mengajak para pengusaha untuk bersama-sama dengan Pemerintah menciptakan lapangan pekerjaan, khususnya di sektor riil. Ia mendorong pengembangan dan pembesaran industri tekstil seperti garmen, sepatu, dan mebel, serta sektor-sektor strategis lainnya, seperti industri makanan dan minuman, perikanan, peternakan, serta penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan 22 pengusaha di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Senin (9/2/2026) malam. (Foto: Setpres)
Adsense

Mensesneg Prasetyo Hadi mengungkap, dalam pertemuan itu, Prabowo menerima banyak masukan untuk pembangunan ekonomi. “Beliau berkesempatan berdiskusi dengan para pengusaha dan mendapatkan banyak masukan,” ujarnya, di sela peluncuran paket Insentif Lebaran, di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Salah satu masukan dari para pengusaha itu adalah pengembangan sektor padat karya. Beberapa sektor yang menjadi perhatian antara lain industri tekstil, garmen, dan sepatu.

Baca juga : Kepuasan Rakyat Tinggi, Prabowo Dua Periode Makin Tak Terbendung

"Bagaimana kemudian kita menyatukan persepsi untuk berkompetisi di tingkat global. Nggak bisa hanya aktif market di dalam negeri, sementara negara lain justru mengambil pangsa pasar yang sebenarnya menjadi keunggulan kompetitif Indonesia,” terangnya.

Dalam pertemuan itu disepakati, sektor swasta yang kuat dan maju harus dibantu dan didorong agar lebih berkembang lagi. “Karena salah satu kunci pertumbuhan ekonomi nasional ada pada teman-teman pengusaha ini,” jelasnya.

Seskab Teddy Indra Wijaya menyampaikan, dalam pertemuan itu, Prabowo mengajak para pengusaha untuk ambil bagian mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui penciptaan lapangan kerja di berbagai sektor strategis. "Mulai dari tekstil, garmen, alas kaki, hingga mebel serta industri makanan dan minuman," jelas Teddy, dalam keterangannya, Selasa (10/2/2026).

Dari pihak pengusaha, mereka senang bisa diskusi panjang lebar dengan Prabowo. Ketua Umum APINDO Shinta W. Kamdani menyebut, pertemuan itu menjadi ruang komunikasi terbuka antara Kepala Negara dan pelaku usaha nasional.

“Banyak sekali yang dibahas. Prinsipnya pertemuan itu sangat bagus. Saya sangat mengapresiasi Presiden mengundang kami untuk berkomunikasi secara langsung,” ucap Shinta, di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Baca juga : Pemerintah Perkuat Keamanan Pangan

Shinta menerangkan, diskusi tersebut berjalan dua arah. “Kami mendengarkan langsung pandangan Beliau, tetapi kami juga diberi ruang untuk menyampaikan masukan. Ini merupakan kesempatan yang luar biasa,” paparnya.

Saat diskusi, kata Shinta, Prabowo banyak mendengar aspirasi anggota APINDO terkait berbagai persoalan yang dihadapi dunia usaha di lapangan. Di antaranya regulasi berbelit yang membatasi ruang gerak pengusaha.

Shinta menambahkan, dalam diskusi, Prabowo menekankan pentingnya menyatukan konsep simbiosis mutualisme antara Pemerintah dan dunia usaha. "Presiden selalu mengingatkan soal Indonesia Incorporated, karena pekerjaan rumah kita bersama adalah bagaimana menciptakan lapangan kerja dan mencapai target pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan Pemerintah,” pungkasnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense