BREAKING NEWS
 

PLN EPI Bangun Pipa Gas Natuna–Pemping, Perkuat Pasokan Listrik Batam

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Rabu, 11 Februari 2026 17:49 WIB
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dengan dukungan Pemerintah resmi memulai pembangunan Pipa Gas Bumi Ruas West Natuna Transportation System (WNTS)–Pulau Pemping, Kepulauan Riau, Selasa (10/2). Proyek strategis ini bertujuan memperkuat keandalan pasokan gas bumi dalam negeri guna memenuhi kebutuhan energi primer pembangkit listrik di wilayah Batam dan sekitarnya. (Foto: PLN EPI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dengan dukungan pemerintah resmi memulai pembangunan Pipa Gas Bumi Ruas West Natuna Transportation System–Pulau Pemping, Kepulauan Riau, Selasa (10/2/2026).

Proyek strategis ini ditujukan untuk particulars memperkuat keandalan pasokan gas bumi dalam negeri guna memenuhi kebutuhan energi primer pembangkit listrik di wilayah Batam dan sekitarnya.

Pembangunan pipa gas WNTS–Pemping dinilai menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi, khususnya sektor ketenagalistrikan, sekaligus mendukung Batam sebagai kawasan industri dan ekonomi strategis nasional yang membutuhkan suplai energi andal, efisien, dan berkelanjutan.

Proyek tersebut meliputi pembangunan pipa gas offshore sepanjang 3,2 kilometer dan onshore sepanjang 1,3 kilometer, serta pembangunan fasilitas penerima dan pengukuran gas atau Onshore Receiving Facility (ORF) di Pulau Pemping.

Infrastruktur ini dirancang untuk memastikan penyaluran gas bumi berjalan aman, stabil, dan berkesinambungan.

Baca juga : PLN UID Jakarta dan Pemprov DKI Perkuat Sistem Kelistrikan Kepulauan Seribu

Dalam acara groundbreaking, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menegaskan bahwa pembangunan pipa ini merupakan tindak lanjut dari tercapainya Tie-in Agreement antara PLN EPI dan operator West Natuna Group.

“Alhamdulillah, kita berhasil mengatasi salah satu isu utama terkait unlimited liabilities yang dirubah menjadi limited liabilities. SKK Migas juga mendorong Kontraktor Kontrak Kerja Sama di wilayah Natuna untuk bersama-sama menanggung premi asuransi bersama PLN EPI sehingga pembangunan pipa dapat terwujud segera,” ujar Djoko.

Djoko menambahkan, proyek ini memiliki arti strategis dalam mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi domestik, khususnya penyaluran gas dari Natuna ke Batam untuk mendukung penyediaan energi dan kelistrikan di Kepulauan Riau.

Adsense

Dari sisi pemerintah daerah, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menilai kehadiran pipa gas WNTS–Pemping akan menjadi motor penggerak pertumbuhan kelistrikan seiring berkembangnya data center, industri, dan investasi di Batam dan sekitarnya.

“Proyek pipa gas WNTS ke Pulau Pemping ini bukan hanya soal infrastruktur bawah laut, tetapi urat nadi ketahanan energi wilayah. Kehadiran pipa WNTS Pemping ini sejalan dengan arahan Bapak Presiden untuk mewujudkan ketahanan energi dan pertumbuhan ekonomi di Batam sebesar 9,5–10 persen,” ujar Amsakar.

Baca juga : Pipa Gas WNTS-Pemping Mulai Konstruksi, Perkuat Listrik Batam dan Sumatra

Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero) Rizal Calvary Marimbo menegaskan, proyek ini merupakan wujud keseriusan PLN dalam menjaga keandalan pasokan gas bumi bagi sektor ketenagalistrikan.

“Keberadaan ORF di Pulau Pemping akan menjadi titik krusial dalam rantai pasok gas bumi. Proyek ini memastikan suplai gas yang andal bagi pembangkit, sekaligus menjadi momentum penguatan sinergi antar pemangku kepentingan dalam mendukung transisi energi nasional,” jelas Rizal.

Sementara itu, Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto menyampaikan bahwa pembangunan Pipa Gas WNTS–Pemping merupakan tindak lanjut penugasan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral kepada PLN EPI pada 31 Januari 2025 serta sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

“Pemerintah melalui Menteri ESDM menugaskan PLN dan dilaksanakan oleh PLN EPI untuk menyelesaikan proyek Pipa Gas WNTS–Pemping sebagai bagian dari upaya memastikan pasokan energi primer bagi kelistrikan nasional,” ujar Rakhmad.

Penugasan tersebut diperkuat dengan penetapan alokasi gas dari Wilayah Kerja Duyung untuk kebutuhan listrik melalui Perjanjian Jual Beli Gas antara PLN EPI dan West Natuna Energy Limited pada 11 Juli 2025 sebesar 111 billion british thermal unit per day untuk periode 2027–2037.

Baca juga : Kaesang Akui Pilkada Langsung Punya Kekurangan, PSI Tekankan Partisipasi Rakyat

Direktur Gas dan Bahan Bakar Minyak PLN EPI Erma Melina Sarahwati menambahkan, proyek WNTS–Pemping diproyeksikan memberikan efisiensi biaya penyediaan energi primer dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak dan alternatif liquefied natural gas, sekaligus menciptakan lapangan kerja dan multiplier effect bagi perekonomian Batam dan Kepulauan Riau.

“Kami menargetkan Commercial Operation Date pada Juli 2026, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, kualitas, dan kepatuhan terhadap regulasi,” pungkas Erma.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense