BREAKING NEWS
 

PLN Dan BIB Sinergi Wujudkan Tambang Ramah Lingkungan

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Rabu, 11 Februari 2026 20:17 WIB
Foto: PLN

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah bersama PT Borneo Indobara (BIB) memperkuat komitmen transisi energi bersih melalui penandatanganan perjanjian jual beli Renewable Energy Certificate (REC).

Dalam perjanjian yang berlangsung di Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Minggu (8/2/2026), BIB menambah pembelian sebanyak 23.040 unit REC atau setara 40.000 megavolt ampere (MVA) listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT).

Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto mengatakan kerja sama tersebut menjadi wujud dukungan PLN terhadap upaya dekarbonisasi sektor industri, khususnya pertambangan.

“PLN berkomitmen penuh untuk mendukung daya saing industri nasional dengan mendorong penggunaan energi bersih yang ramah lingkungan. Kami menghadirkan opsi layanan listrik hijau 100 persen yang dipasok oleh pembangkit berbasis EBT melalui layanan REC,” ujar Adi.

Baca juga : PGN Optimalkan BioCNG Untuk Perkuat Energi Ramah Lingkungan

REC merupakan sertifikat digital yang merepresentasikan atribut lingkungan dari satu megawatt hour (MWh) listrik yang dihasilkan dari sumber energi terbarukan seperti surya, air, maupun panas bumi. Melalui mekanisme ini, pelanggan dapat mengklaim penggunaan listrik hijau tanpa harus membangun infrastruktur EBT secara mandiri.

Instrumen REC tercatat secara elektronik sehingga menjamin transparansi dan keabsahan konsumsi energi terbarukan yang digunakan perusahaan untuk memenuhi target keberlanjutan dan pengurangan emisi gas rumah kaca.

Adsense

Chief Operating Officer BIB Raden Utoro menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN dalam pelaksanaan program Green Mining Realization di lingkungan operasional perusahaan.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada PLN. Kerja sama ini sangat krusial karena keandalan pasokan listrik menjadi kebutuhan mutlak, mengingat gangguan pasokan dapat menghentikan seluruh aktivitas operasional tambang,” katanya.

Baca juga : Pangan Aman, Harga Dijaga

Menurut dia, kebutuhan daya listrik BIB diproyeksikan terus meningkat seiring pengembangan operasional tambang, dengan estimasi beban puncak mencapai 200–240 MVA pada 2028. Perusahaan menargetkan elektrifikasi 25 persen armada alat berat pada 2026 dan meningkat menjadi 75 persen pada 2028, serta membidik target nol emisi pada 2028–2029.

General Manager PLN UID Kalselteng Iwan Soelistijono menyebut penjualan 23.040 unit REC tersebut sebagai salah satu capaian terbesar di wilayah Kalimantan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan PT Borneo Indobara kepada PLN. Kolaborasi ini diharapkan menjadi benchmark transformasi energi bersih di sektor pertambangan,” ujarnya.

Secara nasional, permintaan terhadap REC menunjukkan tren peningkatan. Sepanjang 2024, jumlah pengguna REC tercatat meningkat lebih dari 117 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total konsumsi energi hijau melampaui 10,9 terawatt hour (TWh).

Baca juga : Pengamat: Penertiban Tambang Ilegal Kerek Harga Timah Dunia

Peningkatan tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran pelaku industri dalam menekan jejak karbon sekaligus mendukung target bauran energi nasional sebagaimana diamanatkan dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

Melalui kolaborasi ini, PLN dan BIB menegaskan komitmen mendorong praktik pertambangan yang lebih ramah lingkungan serta mempercepat pencapaian target net zero emissions di Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense