BREAKING NEWS
 

PalmCo Genjot Produksi CPO dan Minyak Goreng Jelang Ramadan

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Minggu, 22 Februari 2026 17:37 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui subholding PTPN IV PalmCo memastikan kesiapan pasokan minyak goreng nasional menjelang Ramadan 1447 Hijriah.

Perusahaan menyiapkan langkah terintegrasi dari hulu hingga hilir untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di tengah tren peningkatan konsumsi masyarakat.

Direktur Utama PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan lonjakan permintaan minyak goreng menjelang Ramadhan dan Idul Fitri merupakan pola tahunan.

Karena itu, perusahaan telah memetakan kebutuhan pasar sejak awal tahun dan menyiapkan skenario peningkatan produksi.

“Kami memahami tren permintaan selalu meningkat jauh sebelum Ramadhan. Karena itu, skenario peningkatan produksi sudah dirancang dan dieksekusi sejak awal tahun. Stok bahan baku aman untuk memenuhi kebutuhan domestik,” ujar Jatmiko di Jakarta, pekan ini.

Baca juga : Skuad Maung Bandung Latihan Malam Selama Ramadan

Berdasarkan data perusahaan, realisasi produksi crude palm oil (CPO) pada Januari 2026 menembus lebih dari 200.000 ton, melampaui target bulanan.

Untuk periode puncak konsumsi rumah tangga pada Maret–April, PalmCo menargetkan kenaikan produksi lebih dari 10,5 persen menjadi sekitar 225.940 ton CPO pada April 2026.

Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi potensi gejolak harga di pasar. Sejumlah pengamat menilai stabilitas pasokan menjadi faktor kunci dalam meredam kenaikan harga minyak goreng yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.

Fokus Hilir pada Minyak Kita

Di sektor hilir, anak usaha PalmCo, PT Industri Nabati Lestari (INL), meningkatkan target produksi minyak goreng ritel menjadi sekitar 4,2 juta liter pada Maret, lalu naik sekitar 7,6 persen menjadi lebih dari 4,55 juta liter pada April 2026.

Adsense

Pelaksana Tugas Direktur INL Darwin Hasibuan mengatakan seluruh kapasitas produksi saat ini difokuskan pada merek program pemerintah, Minyak Kita.

Baca juga : Prabowo: Pertemuan Perdana Board of Peace Bahas Kelanjutan Perdamaian Gaza

“Untuk sementara, produksi beberapa merek komersial internal kami ditunda. Seluruh jalur distribusi dan kapasitas produksi kami dedikasikan penuh untuk Minyak Kita agar pasokan di pasar melimpah,” katanya.

Kebijakan ini diambil untuk menjaga keterjangkauan harga di tingkat konsumen. Minyak Kita merupakan merek minyak goreng sederhana yang didistribusikan secara luas dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Sertifikasi dan Keterlacakan

Di tengah upaya peningkatan volume produksi, PalmCo menyatakan tetap menjaga standar keberlanjutan. Dari total 71 pabrik kelapa sawit yang dikelola, sebanyak 67 pabrik atau 94,36 persen telah mengantongi sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Sementara itu, 68 pabrik atau 95,77 persen telah tersertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Selain sertifikasi, perusahaan memperkuat sistem keterlacakan (traceability) bahan baku.

Sejumlah unit, seperti PKS Rambutan, PKS Sei Mangkei, PKS Bah Jambi, dan PKS Pulu Raja, dijadikan percontohan integrasi data kebun dan pabrik sehingga asal-usul tandan buah segar (TBS) dapat ditelusuri hingga ke sumbernya.

Baca juga : Aksi Donor Darah Laskar Merah Putih Hadirkan Cinta Kasih Jelang Ramadan

Menurut Jatmiko, transparansi rantai pasok menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik.

“Masyarakat berhak mendapatkan jaminan bukan hanya soal harga dan stok, tetapi juga kepastian bahwa minyak goreng diproduksi dari sumber yang lestari dan terlacak,” jelasnya.

Seiring mendekatnya Ramadhan, pemerintah dan pelaku industri menghadapi tantangan menjaga keseimbangan antara pasokan dan stabilitas harga.

Upaya PalmCo meningkatkan produksi dan memfokuskan distribusi pada minyak goreng bersubsidi diharapkan mampu meredam potensi gejolak di pasar domestik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense