BREAKING NEWS
 

Buka Jalan Menuju Kemandirian UMKM Perempuan, Pertamina Buka Program PFpreneur

Reporter & Editor :
FAZRY
Selasa, 3 Maret 2026 12:39 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Perempuan pelaku usaha memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan komunitas. Untuk mendorong kewirausahaan yang inklusif dan berkeadilan, Pertamina melalui Pertamina Foundation kembali membuka program PFpreneur, pembinaan UMKM yang fokus pada pelaku usaha perempuan.

Program ini terbuka bagi perempuan Warga Negara Indonesia berusia minimal 18 tahun dengan usaha aktif minimal enam bulan di sektor fashion, kerajinan, kuliner, dan agribisnis.

Pendaftaran dibuka secara berkelompok (3–5 orang) dari 2 hingga 29 Maret 2026 melalui laman pertaminafoundation.org, dengan peserta wajib mengikuti seluruh rangkaian seleksi dan pembinaan.

Vice President CSR & SMEPP Pertamina, Rudi Ariffianto, mengatakan PFpreneur menjadi bagian dari ekosistem pembinaan UMKM Pertamina sebelum mengikuti program lanjutan UMK Academy dan Pertapreneur Aggregator.

Baca juga : Milan Terjepit Tekanan Saat Bertandang ke Cremonese

“PFpreneur ini adalah gerbang emas untuk menuju keluarga besar binaan Pertamina. Dimulai dari PFpreneur, para womenpreneur akan diberikan penguatan fondasi usaha, mulai dari mindset kewirausahaan, penguatan model bisnis dan brand produk, hingga keterampilan digital untuk pengelolaan keuangan dan pemasaran mereka. Ketika fondasinya sudah kuat, mereka akan melaju ke program pembinaan lanjutan, yakni UMK Academy dan Pertapreneur Aggregator,” ujar Rudi, Senin (2/3).

Sejak diinisiasi pada 2020, PFpreneur telah melatih 6.325 wirausaha perempuan, dengan 840 di antaranya menjadi binaan tetap.

Adsense

Pada UMK Academy dan Pertapreneur Aggregator 2025, tujuh binaan PFpreneur menjadi champion UMK Academy dan enam lainnya masuk finalis Top 10 Pertapreneur Aggregator.

Salah satu kisah sukses datang dari Papua melalui usaha Sasagu. Dipimpin Herlina, womenpreneur yang gigih, Sasagu mengolah sagu, pangan identitas masyarakat adat, menjadi produk modern bebas gluten.

Baca juga : Bukber Bareng Ormas Dan OKP, Kapolri Serukan Persatuan-Dukung Program Pemerintah

Produk yang dikembangkan antara lain cookies, tepung premix, dan cake berbasis sagu, sekaligus membangun ekosistem usaha bersama petani dan mama-mama Papua.

Bergabung dengan PFpreneur, usaha ini mampu menembus UMK Academy tingkat nasional dan mengekspor produk ke Papua Nugini, Jerman, dan Jepang.

President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menyebut PFpreneur sebagai inisiatif strategis untuk meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan daya saing UMKM perempuan melalui pelatihan terintegrasi, kurasi berjenjang, hingga inkubasi bisnis berkelanjutan.

“Kehadiran program PFpreneur menjadi penting karena womenpreneur bukan hanya menjalankan usaha, tetapi juga menjaga ketahanan ekonomi keluarga dan lingkungan sekitarnya. Melalui pendekatan terstruktur, PFpreneur diharapkan mampu mencetak womenpreneur yang tidak hanya tangguh secara bisnis, tetapi juga adaptif terhadap transformasi digital dan siap bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Agus.

Baca juga : Kepuasan Publik 79,2 Persen, Pengamat Nilai Program Prabowo On The Track

Program PFpreneur sejalan dengan kebijakan Asta Cita, khususnya poin ketiga terkait peningkatan lapangan kerja berkualitas, penguatan kewirausahaan, dan pengembangan industri kreatif.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense