RM.id Rakyat Merdeka - PT Mandiri Utama Finance (MUF) menegaskan komitmennya menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan pada 2026. Perusahaan mengandalkan strategi ekspansi selektif, penguatan sinergi dengan perbankan, serta optimalisasi seluruh portofolio pembiayaan.
Direktur sekaligus Plt Direktur Utama MUF Dapot Parasian S. Sinaga mengatakan, perusahaan tetap konsisten dalam menjaga pertumbuhan volume pembiayaan. MUF memastikan kualitas pembiayaan tetap kuat di tengah tantangan daya beli masyarakat.
“Kami tidak semata mengejar volume, tetapi memastikan kualitas pembiayaan tetap terjaga,” ujarnya dalam Media Gathering Ramadan 1447 Hijriah di Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2026).
Menurut Dapot, strategi utama perusahaan adalah ekspansi yang lebih selektif dan penguatan manajemen risiko. Sinergi dengan ekosistem Bank Mandiri dan Bank Syariah Indonesia (BSI) juga menjadi pilar penting bagi pertumbuhan MUF.
Dia menjelaskan, hingga akhir 2025 MUF telah memiliki 164 jaringan kantor di seluruh Indonesia. Ke depan, penambahan jaringan akan tetap dilakukan secara terukur dengan fokus pada wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan pembiayaan tinggi.
“Ekspansi jaringan tetap kami lakukan secara terukur di wilayah yang potensinya besar,” katanya.
Baca juga : APHI–Unila Perkuat Kolaborasi Kembangkan Multiusaha Kehutanan Di Lampung
Selain ekspansi jaringan, MUF juga memaksimalkan seluruh portofolio pembiayaan yang dimiliki. Produk yang ditawarkan mencakup pembiayaan mobil baru, mobil bekas, sepeda motor baru, sepeda motor bekas, hingga pembiayaan dana tunai.
Perusahaan juga meningkatkan penetrasi pada segmen wholesale sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat struktur pembiayaan dan memperluas basis pasar perusahaan.
Dapot menilai sinergi dengan perbankan menjadi salah satu kekuatan utama MUF. Basis nasabah dari Bank Mandiri, BSI, dan bank mitra lain dinilai memiliki profil risiko yang lebih baik.
“Sinergi dengan Bank Mandiri dan BSI memberi peluang ekspansi yang lebih berkualitas,” jelas Dapot.
Dia mengungkapkan, komposisi nasabah captive dari ekosistem perbankan meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025 porsi nasabah captive telah mencapai sekitar 51 persen dari total portofolio pembiayaan.
Menurutnya, nasabah yang berasal dari ekosistem perbankan cenderung memiliki kualitas kredit lebih baik dibandingkan nasabah nonbankable. Hal tersebut membantu MUF menjaga kualitas pembiayaan tetap stabil. “Nasabah captive yang bankable biasanya memiliki kualitas pembiayaan lebih baik,” ujarnya.
Baca juga : Komisi XI Harap Defisit Anggaran Tetap Terjaga
Strategi tersebut terbukti membantu MUF menghadapi tantangan industri pembiayaan sepanjang 2025. Di tengah tekanan ekonomi dan perlambatan industri otomotif, perusahaan masih mampu mencatat pertumbuhan pembiayaan yang positif.
Finance and Strategy Executive Vice President MUF Mohammad Hilmi menjelaskan, total penyaluran pembiayaan perusahaan pada 2025 mencapai Rp 24,1 triliun. Angka tersebut meningkat sekitar 12 persen dibandingkan realisasi pembiayaan pada 2024 yang sebesar Rp 21,6 triliun. “Total pembiayaan kami pada 2025 mencapai Rp 24,1 triliun,” ujar Hilmi.
Hilmi mengatakan, peningkatan pembiayaan tersebut juga mendorong pertumbuhan aset perusahaan. Pada akhir 2025 total aset pembiayaan MUF telah melampaui angka psikologis Rp 40 triliun.
Dia menilai, capaian tersebut menunjukkan posisi MUF semakin kuat di industri multifinance nasional. Saat ini MUF berada dalam kelompok perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia. “Aset pembiayaan kami sudah melampaui Rp 40 triliun,” kata Hilmi.
Selain pembiayaan kendaraan konvensional, MUF juga mulai memperluas pembiayaan kendaraan listrik dan hybrid. Sepanjang 2025 pembiayaan kendaraan listrik tercatat mencapai Rp 2,49 triliun atau sekitar 10 persen dari total penyaluran pembiayaan perusahaan.
Hilmi menilai tren kendaraan listrik akan terus berkembang seiring dorongan Pemerintah terhadap penggunaan kendaraan ramah lingkungan. “Kami mendukung perkembangan kendaraan listrik di Indonesia,” katanya.
Baca juga : Eddy Soeparno: Percepatan Transisi Energi Terbarukan Perluas Lapangan Kerja
Momentum Ramadan dan Lebaran juga dimanfaatkan MUF untuk menghadirkan berbagai program pembiayaan bagi masyarakat. Pada tahun ini perusahaan meluncurkan program promosi bertajuk Berkah Kendaraan Impian.
Program tersebut dirancang untuk membantu masyarakat memperoleh kendaraan dengan skema pembiayaan yang lebih fleksibel menjelang Hari Raya. Selain itu, perusahaan juga menekankan kemudahan proses pengajuan pembiayaan.
“Yang paling penting bagi masyarakat adalah kemudahan akses pembiayaan,” jelas Hilmi.
Selain fokus pada bisnis pembiayaan, MUF juga menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan. Salah satu program unggulan adalah ASIK atau Ayo Siap Kerja yang ditujukan bagi generasi muda dari keluarga kurang mampu.
Program tersebut memberikan pelatihan kerja dan pendidikan keterampilan bagi lulusan sekolah menengah maupun perguruan tinggi. Hingga kini lebih dari 150 peserta telah mengikuti program tersebut.
“Kami ingin membantu generasi muda memperoleh kesempatan kerja lebih baik,” tutup Hilmi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.