RM.id Rakyat Merdeka - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto mulai dirasakan dampaknya oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah, salah satunya usaha roti milik Rahmat di Kabupaten Sukoharjo.
Rahmat (42), pemilik usaha roti di Dusun Dukuh Sepat, Desa Bulu, Kecamatan Bulu, mengatakan produksi rotinya meningkat signifikan sejak dipercaya menyuplai kebutuhan program MBG.
“Setelah ada pesanan MBG ini sekitar 2.500 roti per hari. Sebelumnya paling sekitar 1.000-an,” kata Rahmat dalam keterangannya di Sukoharjo, Sabtu (7/3/2026).
Ia menjelaskan pesanan tersebut berasal dari dua dapur produksi, yakni Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gempeng Bulu dan SPPG Kelurahan Bulu yang menyalurkan makanan bagi penerima program MBG.
Baca juga : Berkat MBG, 4.000 Butir Telur Peternak Sumba Barat Daya Terserap Per Hari
Untuk memenuhi kebutuhan program tersebut, Rahmat memproduksi roti berukuran kecil dengan harga berkisar Rp2.000 hingga Rp2.500 per buah sesuai dengan standar gizi yang ditetapkan.
Lonjakan permintaan itu juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja di lingkungan sekitar. Rahmat kini mempekerjakan lima orang pegawai, termasuk dirinya dan sang istri, dengan tiga di antaranya merupakan tenaga kerja baru.
“Otomatis menambah pegawai karena kalau ditangani sendiri tidak mampu. Kami juga bisa memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di sekitar sini untuk membantu produksi,” ujarnya.
Menurut Rahmat, peningkatan produksi tersebut turut membantu meningkatkan pendapatan keluarga, termasuk untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan ketiga anaknya.
Baca juga : Berkat Pemberdayaan BRI, UMKM Busana Ini Buktikan Produk Lokal Di Pasar Global
“Dengan adanya pesanan MBG ini penghasilan kami bertambah. Kebutuhan yang sebelumnya belum ter-cover, sekarang alhamdulillah bisa tercukupi,” katanya.
Kisah Rahmat menjadi salah satu contoh dampak ekonomi program MBG terhadap pelaku usaha kecil di berbagai daerah.
Presiden Prabowo sebelumnya menyatakan program MBG telah membuka banyak peluang kerja baru melalui operasional dapur layanan gizi di seluruh Indonesia.
“Dengan sekitar 22.000 dapur saja sekarang, kita sudah menciptakan lapangan kerja sekitar satu juta orang,” kata Presiden dalam rapat koordinasi nasional pemerintah pusat dan daerah di Sentul beberapa waktu lalu.
Baca juga : Nasional Re Dukung Asta Cita Pemerintah
Rahmat berharap program MBG dapat terus berlanjut karena dinilai membantu UMKM bertahan di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.
“Kalau bisa bertemu Pak Prabowo, saya ingin mengucapkan terima kasih karena program ini sangat membantu UMKM kecil seperti kami untuk tetap bertahan,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.