Dark/Light Mode

Berkat MBG, UMKM Pemasok Ikan di Tangsel Makin Moncer, Tambah Karyawan

Rabu, 1 Oktober 2025 12:28 WIB
Pemilik UMKM pemasok ikan segar untuk MBG, Ifta Bintan. (Foto: Istimewa)
Pemilik UMKM pemasok ikan segar untuk MBG, Ifta Bintan. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejak dipercaya memasok ikan segar untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Khusus Tangerang Selatan (Tangsel), usaha milik Ifta Bintan berkembang pesat. Bintan kini mempekerjakan 15 orang pegawai untuk memilih, menimbang, sekaligus memfillet ikan agar siap diolah di dapur MBG.

“Karyawan saya tambah banyak. Mitra kami juga bertambah. Dengan adanya MBG ini, saya banyak membantu ibu-ibu di sekitar rumah untuk ikut bekerja memotong, mencabut duri, lalu memfillet,” ujarnya.

Untuk memenuhi permintaan SPPG, setiap hari Bintan menyuplai 3.000 hingga 6.000 potong ikan fillet. Ia kini bekerja sama dengan enam nelayan, meningkat dari sebelumnya hanya dua.

Baca juga : Gelar Upacara HUT ke-80, KAI Tegaskan Semangat Semakin Melayani

“Kami upayakan ikan-ikan tidak lebih dari 4 jam di suhu ruang. Walaupun selalu diberi es batu supaya tetap fresh,” katanya.

Bagi Bintan, MBG bukan sekadar peluang usaha, tetapi juga sumber keberlangsungan hidup banyak orang. Karena itu, ia berharap program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini tetap dilanjutkan.

“Justru program ini harus lebih dimaksimalkan agar semakin banyak anak-anak yang mendapatkan makanan bergizi. Saya juga ingin memperkenalkan ikan kepada anak-anak bahwa ikan itu enak dan bergizi,” ujarnya.

SPPG Ramah UMKM

Baca juga : MBG Menu Ikan Hiu Di Ketapang Diduga Bikin Keracunan, Ini Penjelasan BGN

Kepala SPPG Khusus Tangsel, Nindy Sabrina, menerangkan bahwa pihaknya memang membuka peluang luas bagi UMKM untuk ikut terlibat. Saat ini, ada 15–20 UMKM yang menjadi pemasok bahan baku. Mulai dari daging ayam, telur, tempe, tahu, sayuran, hingga buah-buahan.

“Semua UMKM bisa datang ke sini, bisa mengetuk pintu. Silakan ajukan penawaran sesuai spesifikasi. Selama kualitas sesuai dan harganya masuk, pasti bisa kami terima,” ujar Nindy.

Nindy menambahkan, tingginya kebutuhan dapur MBG otomatis ikut menggerakkan ekonomi masyarakat. Untuk daging ayam saja, sehari bisa 300–400 kilogram.

Baca juga : Pakar Geologi UGM Soroti Tantangan Evakuasi 7 Pekerja Tambang Freeport

"Belum lagi beras, ikan, dan sayuran. UMKM kan mempekerjakan orang juga. Lalu ada mitra mereka seperti petani, peternak, dan nelayan. Jadi, banyak sekali masyarakat yang terdampak,” katanya.

SPPG Khusus Tangsel bahkan diganjar penghargaan sebagai “SPPG Ramah UMKM”, berkat komitmennya melibatkan pelaku usaha kecil dan menengah dalam rantai pasok MBG.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.