RM.id Rakyat Merdeka - Kota Podomoro Tenjo menghadirkan Midori at Cluster Mahogany, sebuah hunian bernuansa Jepang yang mengedepankan desain modern, nyaman, dan fungsional.
Sebagai produk pertama dengan konsep tersebut, setiap unit dirancang dengan fasad, lanskap, dan ornamen tematik.
Kawasan ini juga dilengkapi inner greenbelt dan Mahogany Garden sebagai ruang terbuka hijau bagi penghuni.
Director Agung Podomoro Yenti Lokat mengatakan, klaster terbaru ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat urban akan hunian fungsional dengan karakter visual yang berbeda.
Yenti menilai, harganya cukup terjangkau mulai dari Rp270 jutaan per unit.
"Dengan dukungan pembiayaan perbankan dan cicilan sekitar Rp1 jutaan per bulan, masyarakat semakin dimudahkan untuk memiliki rumah terjangkau di kawasan berkualitas dengan fasilitas yang mendukung kualitas hidup," kata Yenti dalam keterangan resminya, Kamis (19/3/2026).
Seiring perkembangan kawasan, kata Yenti, Kota Podomoro Tenjo juga disebut menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.
Baca juga : Kakorlantas Polri: Negara Hadir Pastikan Mudik Aman, Keluarga Bahagia
Hingga saat ini, sekitar 5.400 unit rumah telah diserahterimakan dan sekitar 1.000 unit di antaranya telah dihuni.
"Hal ini menunjukkan bahwa kawasan Kota Podomoro Tenjo terus membentuk lingkungan hunian yang semakin aktif dan berkembang," ujarnya.
Adapun, kawasan ini juga menghadirkan club house berstandar bintang lima yang dilengkapi berbagai fasilitas bagi penghuni, seperti kolam renang, lapangan badminton indoor, private cinema, function hall, mini bowling, rooftop basketball, dan coworking space.
Di dalam kawasan juga telah tersedia fasilitas ibadah berupa Masjid Agung Al Ikhlas Podomoro yang mampu menampung hingga 1.000 jemaah.
Menurut Yenti, ke depan kawasan tersebut akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penting seperti sarana pendidikan, fasilitas kesehatan, serta fasilitas umum lainnya yang dirancang untuk menciptakan lingkungan hunian yang nyaman.
"Situasi ini akan semakin memperkuat konsep Kota Podomoro Tenjo sebagai kawasan hunian terpadu yang berkembang secara berkelanjutan," ujarnya.
Selain hunian, Kota Podomoro Tenjo juga menghadirkan unit komersial untuk mendukung aktivitas ekonomi di dalam kawasan.
Baca juga : DFSK Hadirkan Solusi Mobilitas Bernilai Lebih Bagi Para Pelanggan
Produk yang ditawarkan berupa ruko dua lantai siap pakai dengan harga mulai sekitar Rp700 juta. Unit komersial ini juga disebut dapat memanfaatkan program subsidi sehingga membuka peluang usaha yang lebih luas bagi masyarakat.
Dari sisi aksesibilitas, kawasan ini juga didukung keberadaan Grand Transit Oriented Development (TOD) yang menghubungkan hunian dengan transportasi massal KRL Commuter Line pada jalur Tanah Abang-Rangkasbitung. Waktu tempuh dari Jakarta menuju kawasan ini sekitar 40 menit.
Untuk menunjang mobilitas penghuni, pengembang juga menyediakan layanan shuttle dari stasiun menuju kawasan hunian.
Aksesibilitas kawasan disebut semakin meningkat dengan dibangunnya flyover di Stasiun Tenjo yang diharapkan memudahkan masyarakat dalam beraktivitas secara lebih efektif dan efisien.
Sementara itu, CEO ERA Indonesia Darmadi Darmawangsa menilai, saat ini masih banyak masyarakat, terutama kalangan milenial dan Gen Z, yang ragu untuk membeli rumah dan memilih menyewa hunian.
Namun, semakin banyak pula yang mulai menyadari bahwa keputusan memiliki rumah tidak bisa terus ditunda. Jika pembelian rumah terlalu lama ditangguhkan sementara harga properti terus meningkat, kata dia, maka masyarakat akan semakin sulit mengejar kenaikan harga tersebut di masa depan.
"Nilai rupiah bisa tergerus oleh inflasi. Jika tidak dikonversikan ke dalam aset riil seperti properti, nilainya dapat semakin melemah. Properti menjadi salah satu aset yang relatif lebih terlindungi terhadap inflasi," ujar Darmadi.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Hadirkan Paket Data Plus E-Voucher BBM bagi Pengemudi Ojol
Ia menambahkan, harga properti yang ditawarkan pengembang saat ini dinilai masih belum sepenuhnya mengikuti kenaikan nilai dolar yang cukup tinggi.
Kondisi tersebut membuka peluang bagi masyarakat untuk memiliki aset properti dengan potensi kenaikan nilai di masa depan.
Darmadi melihat konsep hunian dengan lahan lebih luas dan bangunan yang dapat dikembangkan bertahap menjadi keunggulan bagi pembeli.
Dalam investasi properti, nilai utama terletak pada tanah yang cenderung terus mengalami apresiasi.
Konsep rumah tumbuh seperti yang diterapkan di Kota Podomoro Tenjo, lanjut dia, memungkinkan pembeli memiliki lahan lebih dahulu dengan harga lebih terjangkau lalu mengembangkan bangunan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan pada masa mendatang.
"Kota Podomoro Tenjo juga menjawab kebutuhan kelas menengah Indonesia yang mencari kepastian dalam memiliki aset riil, sekaligus peluang pertumbuhan nilai properti di masa depan," pungkas Darmadi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.