RM.id Rakyat Merdeka - Sinar Mas melalui Yayasan Muslim Sinar Mas (YMSM) terus mendorong perluasan akses umat terhadap Al Quran melalui program wakaf mushaf yang digelar selama bulan Ramadan.
Ketua Umum YMSM Saleh Husin mengatakan, program tersebut merupakan komitmen jangka panjang yayasan dalam mendukung peningkatan literasi keimanan umat Islam di Indonesia.
“Wakaf ini kami harapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap Al Quran, sekaligus mendukung aktivitas tadarus selama Ramadan. Namun dalam memaknai isinya, kami juga mengajak agar merujuk pada tafsir ulama yang kompeten,” ujar Saleh dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (26/3/2026).
Program wakaf Al Quran ini juga didukung oleh APP Group dan melibatkan kolaborasi luas dengan berbagai pihak, mulai dari organisasi keagamaan, lembaga pendidikan, kementerian, hingga unsur TNI dan Polri.
Baca juga : Kepemimpinan Prabowo di Mata Warga Aceh Tamiang: Paham Kesusahan Rakyat
Sejumlah kolaborasi yang terjalin pada Ramadan tahun ini antara lain dengan Pesantren Al-Nadlah Depok, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Perindustrian, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Kementerian Luar Negeri, TNI AL, Kopassus TNI AD, serta Dewan Masjid Indonesia.
Selain itu, wakaf juga disalurkan melalui tokoh masyarakat, termasuk mantan duta besar Indonesia untuk Qatar dan Venezuela.
Ketua Harian YMSM Irsyal Yasman menjelaskan, seluruh mushaf yang diwakafkan dicetak menggunakan kertas premium produksi dalam negeri, yakni Quran Paper (QPP) yang diproduksi oleh PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk.
“Sebagai bagian dari sektor industri, kami bersyukur dapat menjalankan inisiatif sosial keagamaan dengan memanfaatkan produk buatan sendiri,” ujarnya.
Baca juga : Sinar Mas Wakafkan Al Quran Ke Kopassus Dan Kemlu
Sejak dimulai pada 2008, program wakaf ini telah menyalurkan lebih dari 1,4 juta mushaf ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk daerah terpencil, terluar, dan terdepan.
Ketua YMSM Yan Partawidjaja menambahkan, wakaf mushaf diharapkan dapat membantu santri dan pelajar memperoleh Al Quran yang layak, sehingga proses belajar dan pemahaman dapat berjalan lebih optimal.
“Dengan adanya wakaf, para santri dan pelajar memiliki akses terhadap mushaf yang lebih baik untuk membaca, mempelajari, dan mengamalkan isinya,” kata Yan.
Berdasarkan data Kementerian Agama, kebutuhan Al Quran di Indonesia mencapai sekitar dua juta mushaf per tahun, sementara kemampuan produksi baru sekitar 400 ribu mushaf. Kondisi ini menyebabkan masih banyak tempat ibadah dan lembaga pendidikan menggunakan Al Quran yang sudah tidak layak.
Baca juga : KLH Gelar Ruang Cerita Ramadhan, Perkuat Kolaborasi Kelola Sampah
Melalui program wakaf ini, YMSM berupaya menjembatani kesenjangan tersebut sekaligus meningkatkan literasi Al Quran di tengah masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.