BREAKING NEWS
 

Harga BBM Di Negara Tetangga Melonjak

Alhamdulillah, Di Sini Masih Aman

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : ADITYA NUGROHO
Jumat, 27 Maret 2026 07:50 WIB
Ilustrasi, Harga BBM di Indonesia masih aman. (Foto: Khairizal Anwar/rm.id)

 Sebelumnya 
“Saya bersama Menteri Keuangan terus berupaya mencari langkah terbaik agar masyarakat tetap terlindungi,” ujarnya. 

Selain menjaga stabilitas harga, pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying yang dapat mengganggu distribusi energi. Bahlil menegaskan SPBU diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat, bukan untuk penimbunan atau aktivitas yang tidak sesuai peruntukan. 

“Jika dalam satu hari kebutuhan BBM cukup 30 hingga 40 liter, maka gunakan secukupnya. Tidak perlu melakukan panic buying,” katanya. 

Baca juga : Buntut Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Kabais Mundur

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara efisien guna menjaga ketahanan energi nasional dalam jangka panjang. Misalnya, saat memasak menggunakan LPG, kompor segera dimatikan setelah masakan matang agar tidak terjadi pemborosan. 

Bahlil menambahkan, cadangan energi nasional saat ini masih berada dalam batas aman sesuai standar minimal, baik untuk BBM jenis solar maupun bensin. Pemerintah optimistis, dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, stabilitas energi nasional tetap terjaga meskipun situasi global masih diliputi ketidakpastian. 

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan APBN masih cukup kuat untuk menahan gejolak global. “Saya tidak akan mengubah APBN atau subsidi BBM sampai harga minyak benar-benar sangat tinggi,” tegasnya di Jakarta, Rabu (25/3/2026). 

Baca juga : Badiul Hadi: Ini Langkah Tepat Dan Berkeadilan

Menurut Purbaya, dengan asumsi harga minyak saat ini, ketahanan fiskal Indonesia diperkirakan tetap terjaga hingga akhir tahun. Pemerintah juga telah melakukan berbagai simulasi risiko lonjakan harga energi, termasuk skenario harga minyak mencapai 97 dolar AS per barel dari asumsi APBN sebesar 70 dolar AS per barel. 

Ia menambahkan, pemerintah memiliki berbagai instrumen untuk menjaga defisit APBN tetap di bawah 3 persen terhadap PDB, mulai dari optimalisasi penerimaan negara hingga efisiensi belanja. 

Di sisi lain, Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menilai krisis energi saat ini menjadi momentum untuk membenahi kebijakan subsidi BBM dan LPG agar lebih tepat sasaran serta mengurangi beban APBN. 

Baca juga : Firman Soebagyo: Kebijakan Ini Sebaiknya Diikuti Pejabat Lainnya

“Membenahi subsidi energi adalah jalan untuk memberikan keadilan bagi masyarakat yang paling membutuhkan dan meminimalkan potensi salah sasaran, ketika subsidi justru dinikmati oleh kelompok mampu,” ujarnya. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense