RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam mengingatkan potensi kelangkaan bahan baku plastik dapat mengganggu kinerja sejumlah sektor industri, termasuk otomotif serta makanan dan minuman.
Menurut Bob, plastik merupakan komponen penting dalam berbagai proses produksi, baik di sektor manufaktur kendaraan maupun industri pangan. Karena itu, keterbatasan pasokan bahan baku tersebut berisiko menekan kapasitas produksi.
“Sektor otomotif tentu membutuhkan plastik, begitu juga sektor lain seperti makanan dan minuman. Kami berharap kelangkaan bahan baku ini tidak sampai mengganggu produksi,” ujar Bob di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Baca juga : Tavares Waspadai Kebangkitan Persita, Persebaya Fokus Mental
Ia menekankan bahwa dampak kelangkaan plastik tidak hanya dirasakan industri otomotif, tetapi juga sektor-sektor strategis lain yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, Bob juga menyoroti pentingnya menjaga kelancaran rantai pasok, terutama terkait bahan baku. Ia mengingatkan adanya potensi hambatan (bottlenecking) yang dapat mengganggu produksi jika tidak diantisipasi.
Untuk itu, pihaknya mengimbau pemerintah memberikan relaksasi, khususnya terkait bahan baku impor, guna memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga.
Baca juga : Waspada Potensi Krisis Energi
“Pasokan saat ini masih belum pasti. Jika dibatasi dengan kuota, kami khawatir industri akan kesulitan bahan baku dan tidak dapat mempertahankan produksi,” katanya.
Bob berharap permasalahan pasokan bahan baku tersebut dapat segera diatasi agar tidak menghambat aktivitas industri secara lebih luas.
Di sisi lain, ia menilai tantangan tersebut dapat menjadi momentum bagi industri untuk mendorong inovasi, termasuk dalam mencari alternatif bahan baku maupun meningkatkan efisiensi penggunaan material.
Baca juga : Antisipasi Krisis Energi, Para Menteri Mulai Lakukan Penghematan
Dengan langkah antisipatif dan kolaborasi berbagai pihak, ia optimistis industri otomotif maupun sektor pangan dapat tetap menjaga kinerja di tengah tekanan pasokan bahan baku.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.