Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tambang Emas Pani Mulai Produksi, Merdeka Gold Targetkan 115 Ribu Ons
Jumat, 13 Maret 2026 09:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengumumkan laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.
Sepanjang periode tersebut, perseroan berfokus menyelesaikan pembangunan Tambang Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
Seiring selesainya sejumlah fasilitas utama pengolahan dan infrastruktur tambang, pada Februari 2026 Tambang Emas Pani melaksanakan produksi emas perdana.
Perseroan juga menandatangani Gold Sales & Purchase Agreement (GSPA) dengan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk.
Baca juga : Kajian Ahli Dinilai Cukup, Pemerintah Diharap Putuskan Nasib PT AR
Pada 27 Februari 2026, perseroan merealisasikan pengiriman emas perdana kepada PT Aneka Tambang Tbk.
Dengan pengiriman tersebut, perseroan akan mulai mencatatkan penjualan pertama pada kuartal I 2026. Kinerja keuangan perseroan pada tahun buku 2025 masih mencatatkan laba bersih negatif karena perusahaan berada pada fase konstruksi proyek.
Namun, dengan dimulainya produksi emas serta dukungan harga emas yang kondusif dan struktur biaya produksi yang kompetitif, perseroan memperkirakan kinerja keuangan akan berbalik menuju profitabilitas pada 2026.
Untuk tahun ini, perseroan menargetkan produksi emas sebesar 100.000 hingga 115.000 ons.
Baca juga : Penjualan Emas dan Alat Berat Perkuat Kinerja United Tractors Tahun 2025
Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk, Boyke Poerbaya Abidin, mengatakan, dimulainya produksi emas di Pani menjadi tonggak penting bagi perseroan.
“Dimulainya produksi emas di Pani menandai transisi penting bagi Perseroan dari tahap pembangunan menuju produksi komersial yang lebih stabil dan terukur. Fokus kami saat ini adalah memastikan proses ramp-up berjalan dengan baik sehingga Tambang Emas Pani dapat mencapai tingkat produksi optimal,” ujar Boyke dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3/2026).
Ia menambahkan, pembangunan proyek yang dimulai pada 2022 hingga produksi emas perdana pada Februari 2026 telah menjadi fondasi bagi pertumbuhan operasional perseroan.
“Proyek Pani memiliki basis sumber daya emas yang besar dan potensi umur tambang jangka panjang. Dengan dimulainya produksi, kami memasuki fase baru yang diharapkan dapat memperkuat kinerja operasional dan finansial untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham,” tambahnya.
Baca juga : Jerman, Taiwan, Hong Kong, dan Australia Mulai Puasa Tanggal 19 Februari 2026
Dalam proses pengembangan proyek tersebut, perseroan sebelumnya memperoleh dukungan pembiayaan dari induk perusahaan, PT Merdeka Copper Gold Tbk, sehingga pembangunan proyek dapat dilakukan secara efisien sebelum perseroan melaksanakan penawaran umum perdana saham.
Tambang Emas Pani memiliki estimasi sumber daya mineral lebih dari 7 juta ons emas dan dirancang sebagai operasi tambang terbuka dengan metode heap leach.
Ke depan, perseroan juga merencanakan peningkatan kapasitas pengolahan secara bertahap melalui pengembangan fasilitas carbon-in-leach yang ditargetkan mulai berproduksi pada 2028.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya