Sebelumnya
Bahkan, nilai tersebut dapat terus meningkat ketika aluminium diolah lebih lanjut menjadi produk industri seperti rangka baterai, badan kendaraan listrik, hingga komponen berteknologi tinggi.
Ia menegaskan, dampak hilirisasi ini tidak hanya memperkuat daya saing industri nasional. Tetapi, juga mendorong penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan Usaha Mikro dan Kecil (UMK), serta peningkatan kontribusi terhadap penerimaan negara.
“Bahkan, pengelolaan sumber daya mineral yang terintegrasi dan bertanggung jawab menjadi fondasi penting bagi pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” tutupnya.
Rakyat Merdeka turut menyaksikan penayangan film perdana tersebut, yang dimulai pukul 20.40 WIB. Dalam kurun waktu 40 menit, film ini menarasikan keterhubungan antara proses industri, hilirisasi, keberlanjutan dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, termasuk pelaku UMK di sekitar wilayah operasi anggota Holding Mind ID.
Baca juga : RS Anak Di Teheran Jaga Harapan Dan Senyuman
Film dokumenter ini dimulai saat Annete Edoarda Jansen, seorang model, dan Damara Finch menjadi perwakilan generasi muda melakukan perjalanan selama 53 hari melintasi berbagai wilayah operasional Mind ID Group.
Pada perjalanan sepanjang 19.000 kilometer (km) itu, keduanya mengawali kunjungannya ke Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor, Antam, di Jawa Barat, yang telah memberdayakan masyarakat sekitar dengan membangun desa wisata.
Perjalanan berlanjut ke pabrik peleburan aluminium milik PT Inalum (Persero) di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, dengan mengunjungi Pantai Sejarah yang memberdayakan masyarakat sekitar dengan menanam mangrove.
Perjalanan mereka berakhir di Mimika, salah satu kabupaten di Papua Tengah.
Baca juga : Layanan Kesehatan & Atasi Bencana Tak Boleh Kendor
Di Mimika, PT Freeport Indonesia memberikan berkontribusinya di bidang pendidikan, dengan hadirnya Papua Football Academy. Serta reklamasi lahan di atas ketinggian 4.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), yaitu Tambang Grasberg, salah satu kompleks tambang tembaga dan emas terbesar di dunia, terletak di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Indonesia.
Film ini benar-benar menjadi medium visual yang merekam perjalanan pengelolaan sumber daya mineral dari tahap prapenambangan, operasional penambangan, hingga pasca tambang yang dijalankan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Di kesempatan yang sama, produser dan sutradara The MIND Journey, Ari Sihasale mengungkapkan, dokumenter tersebut dibuat berdasarkan pengalaman langsung tim selama melakukan peliputan di berbagai wilayah operasi pertambangan.
“Ini pertama kalinya kami membuat dokumenter tentang pertambangan. Awalnya, kami hanya mengetahui dunia pertambangan dari media sosial yang seringkali menampilkan sisi negatif. Namun ketika kami datang langsung ke lapangan, kami justru melihat banyak hal yang membuka perspektif baru,” tuturnya.
Baca juga : Atletico Madrid Vs Barcelona, Pemanasan Liga Champions
Ari berharap, film tersebut dapat menjadi medium edukasi yang membantu masyarakat memahami peran pertambangan dalam pembangunan nasional.
“Dokumenter ini bukan hanya tontonan, tetapi diharapkan dapat membuka mata dan hati kita semua bahwa ketika pertambangan dilakukan secara bertanggung jawab, manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas,” pungkasnya. [IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.