Dark/Light Mode

Di Tengah Dentuman Bom

RS Anak Di Teheran Jaga Harapan Dan Senyuman

Sabtu, 4 April 2026 06:30 WIB
Tim medis di rumah sakit anak di Teheran, Iran, mengenakan kostum untuk menghibur anak-anak pada perayaan Sizdah Bedar, yaitu Hari Alam dalam kalender Persia, di tengah perang Iran melawan AS dan Israel, Kamis (2/4/2026). Photo Maziar Motamedia/Al-Jazeera
Tim medis di rumah sakit anak di Teheran, Iran, mengenakan kostum untuk menghibur anak-anak pada perayaan Sizdah Bedar, yaitu Hari Alam dalam kalender Persia, di tengah perang Iran melawan AS dan Israel, Kamis (2/4/2026). Photo Maziar Motamedia/Al-Jazeera

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran, secercah harapan justru lahir dari sebuah rumah sakit (RS) anak di Teheran. Saat bom dan sirene jadi “musik” harian, para tenaga medis berjuang dengan menghadirkan senyuman.

Iran tengah merayakan Sizdah Bedar, yaitu Hari Alam dalam kalender Persia pada Kamis (2/3/2026). Biasanya, banyak keluarga merayakan Sizdah Bedar dengan piknik di ruang terbuka. Namun, tahun ini perayaan yang jatuh di awal bulan April itu tidak berlangsung saat Iran sedang berperang melawan AS dan Israel.

Ini menjadi tantangan bagi para petugas kesehatan di Children’s Medical Center, sebuah rumah sakit yang ada di bawah Universitas Ilmu Kedokteran Teheran. Bagi mereka, puluhan anak yang tengah dirawat harus tetap memperlihatkan senyum mereka, meski sedang di rumah sakit.

Baca juga : Layanan Kesehatan & Atasi Bencana Tak Boleh Kendor

Anak-anak tidak dibiarkan merayakan hari itu dalam kesunyian. Para dokter dan tenaga medis menyulap ruang rumah sakit menjadi tempat penuh warna dan keceriaan.

Mereka menggelar berbagai kegiatan untuk menghibur anak-anak yang tengah berjuang melawan penyakit di tengah situasi perang. “Anak-anak dan keluarga mereka mengalami banyak tekanan dan kecemasan karena harus berada di rumah sakit,” ujar dr Samaneh Kavousi, salah satu penggagas kegiatan tersebut, melansir Al-Jazeera, Jumat (3/4/2026).

“Kami berusaha melakukan apa yang kami bisa untuk mengurangi sebagian kecemasan tersebut,” tuturnya.

Baca juga : Atletico Madrid Vs Barcelona, Pemanasan Liga Champions

Balon, musik anak-anak dan tawa kecil memenuhi ruangan. Staf rumah sakit mengenakan kostum Buzz Lightyear dari Toy Story dan karakter dari PAW Patrol, serial animasi populer tentang anak-anak anjing pemberani yang bekerja sama menjaga komunitas mereka.

Beberapa menari bersama diiringi musik anak-anak. Sementara yang lain sibuk mewarnai atau bermain bola. Di sudut lain, wajah-wajah mungil dihiasi lukisan warna-warni.

Namun di balik keceriaan itu, tekanan yang dirasakan anak-anak dan keluarga mereka tidaklah kecil.

Baca juga : Charles Leclerc Blak-Blakan, Mesin Ferrari Masih Loyo!

Di tengah situasi itu, perayaan kecil menjadi bentuk pelarian sekaligus harapan. Selama libur Nowruz yang dimulai 20 Maret 2026, anak-anak diajak menggambar dan melukis. Hasil karya mereka dipajang di dinding rumah sakit.

Sebagian besar pasien adalah anak-anak usia dini. Kehadiran keluarga menjadi penguat di tengah situasi sulit. Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa kehidupan harus terus berjalan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.