BREAKING NEWS
 

Daniel Yergin, Wood Mackenzie, Hingga IPA Convex

Politik Energi dan Masa Depan Hulu Migas

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Senin, 13 April 2026 10:10 WIB

 Sebelumnya 
Dari sisi fiskal, Kementerian Keuangan juga melihat migas tetap sebagai penopang penting. “PNBP migas masih berperan dalam menjaga stabilitas APBN di tengah gejolak global,” kata Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata, dalam diskusi di Jakarta, 15 Februari 2026.

Sementara itu, SKK Migas menyoroti dimensi lain yang kerap luput: aspek sosial dan politik di daerah. “Kegiatan hulu migas tidak bisa berjalan tanpa dukungan masyarakat dan Pemerintah daerah. Ini soal social license to operate,” ujar Kepala SKK, Migas Djoko Siswanto di Balikpapan, 20 Januari 2026.

Baca juga : Cek Persiapan TKA Di Bali, Wamen Fajar: Cocok Untuk Kebutuhan Masa Depan

Apa yang disampaikan Yergin dan Wood Mackenzie menjadi relevan dalam konteks ini. Transisi energi bukan sekadar perubahan teknologi, tetapi juga transformasi sosial dan politik. Indonesia tidak hanya berhadapan dengan tantangan teknis seperti penurunan produksi atau kebutuhan investasi besar, tetapi juga dengan dinamika lokal—mulai dari penerimaan masyarakat hingga distribusi manfaat ekonomi.

Buku Pudyantoro juga menyoroti pentingnya komunikasi dalam memastikan manfaat industri migas benar-benar dirasakan publik. Tanpa komunikasi yang efektif, dampak besar yang dihasilkan sektor ini kerap tidak terlihat, bahkan memicu resistensi sosial.

Baca juga : Arus Balik Terus Meningkat, InJourney Airports dan Maskapai Siapkan Extra Flight

Dengan demikian, tema Shaping the Future of Energy dalam IPA Convex ke-50 menemukan relevansinya. Masa depan energi Indonesia bukan soal memilih antara migas atau energi terbarukan, melainkan bagaimana meramu keduanya dalam strategi yang realistis.

Pandangan global dan realitas domestik bertemu di satu titik: Indonesia membutuhkan jalan tengah. Jalan yang tidak hanya menjawab tuntutan transisi energi, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi dan politik nasional.

Baca juga : Airlangga Perkuat Kolaborasi Siapkan Talenta Masa Depan

Di tengah tekanan global dan dinamika dalam negeri, pertanyaan besarnya bukan lagi apakah migas akan ditinggalkan, melainkan bagaimana perannya akan diatur dalam peta energi masa depan Indonesia. [*]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense