BREAKING NEWS
 

Pemerintah Peduli pada Rakyat Kecil

Hanya 3 Jenis BBM Nonsubsidi yang Naik Harga

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : UJANG SUNDA
Senin, 20 April 2026 08:54 WIB
Suasana di SPBU Pertamina Cinere, Depok, Jawa Barat, Minggu (19/4/2026). (Foto: Khairzal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menunjukkan kepedulian besar terhadap rakyat kecil. Saat harga minyak dunia melambung tinggi, Pemerintah tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang biasa dipakai rakyat kecil dan menengah. Hanya tiga jenis BBM nonsubsidi yang harganya naik.

Tiga jenis BBM nonsubsidi yang naik adalah Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamax Dex. Kenaikan berlaku sejak Sabtu (18/4/2026). Harga Pertamax Turbo naik dari Rp 13.100 menjadi Rp 19.400 per liter, Dexlite naik dari Rp 14.200 menjadi Rp 23.600 per liter, sementara Pertamina Dex naik dari Rp 14.500 per liter menjadi Rp 23.900 per liter.

Untuk harga BBM bersubsidi, masih sama. Pertalite tetap Rp 10 ribu per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter. Pertamax dan Pertamax Green yang biasa dikonsumsi masyarakat menengah ke bawah juga tidak dinaikkan, harganya masing-masing Rp 12.300 dan Rp 12.900 per liter.

"Penyesuaian harga BBM nonsubsidi untuk beberapa produk akibat faktor geopolitik global dan tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat tetap terjaga," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron, Minggu (19/4/2026).

Baron memastikan, Pertamina akan terus memantau dampak kenaikan harga BBM nonsubsidi, seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite.

Baca juga : Negosiasi AS-Iran Alot, Selat Hormuz Buka-Tutup

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menerangkan, kenaikan harga tiga jenis BBM nonsubsidi itu sudah sesuai dengan aturan main yang berlaku.

"Penyesuaian harga sesuai dengan peraturan dan sudah dikoordinasikan, dilaporkan, dan dilakukan pembahasan dengan pemangku kepentingan terkait," ungkap Robert, dalam keterangannya, Minggu (19/4/2026).

Kenaikan itu telah selaras dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Kenaikan dilakukan per Sabtu (18/4/2026) pukul 00.00 WIB.

Adsense

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menerangkan, harga BBM nonsubsidi mengikuti harga pasar. Harganya naik karena konsumennya berasal dari kalangan atas.

"Jadi, Turbo (Pertamax Turbo) itu kan untuk orang kaya. Orang-orang mampu semua. Kemudian solar yang CN 51 (Dexlite) itu (juga) untuk orang mampulah," terangnya, di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Sabtu (18/4/2026).

Baca juga : RI Tak Butuh Pinjaman IMF

Mengenai BBM subsidi, Bahlil memastikan, tidak akan naik hingga akhir tahun, meski harga minyak dunia masih bergejolak. Ia juga memastikan stok BBM masih dalam batas aman.

"Kami sudah bersepakat, atas arahan Bapak Presiden bahwa harga BBM subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun. Insya Allah sampai selama-lamanya ya," tegasnya, usai bertemu Presiden Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ikut memastikan, BBM bersubsidi tidak akan naik hingga akhir tahun. Purbaya menjamin, APBN masih bisa menahan laju kenaikan harga minyak dunia.

"Kami siap menjaga harga BBM bersubsidi sampai akhir tahun, dengan asumsi harga minyak rata-rata 100 dolar AS per barel," katanya, dalam rapat dengan Komisi XI, di Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Kementerian Keuangan telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi dan menghitung ketahanan APBN terhadap potensi kenaikan harga minyak dunia. "BBM bersubsidi sampai akhir tahun, aman. Masyarakat tidak perlu khawatir, anggaran subsidi masih cukup," pesannya.

Baca juga : Soal Tambahan Ongkos Haji, DPR Nggak Sreg Pakai APBN

Pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menilai, kenaikan harga tiga jenis BBM nonsubsidi itu tidak akan berdampak signifikan terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Sebab, jenis BBM yang naik adalah konsumsi kalangan atas, dan tidak digunakan untuk sektor-sektor vital.

"Karena konsumen BBM nonsubsidi jumlahnya tidak sebesar pengguna Pertalite dan Solar. Selain itu, BBM nonsubsidi juga tidak digunakan untuk angkutan kebutuhan pokok," ulas Fahmy.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense