BREAKING NEWS
 

Serap Tenaga Kerja Dan Kerek Ekspor, Industri Otomotif Jadi Penggerak Ekonomi,

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Senin, 20 April 2026 22:26 WIB
Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Industri otomotif Indonesia terus menunjukkan perannya sebagai salah satu penggerak utama ekonomi nasional, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan industri berbasis manufaktur.

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mencatat kontribusi signifikan dengan melibatkan lebih dari 360.000 tenaga kerja di seluruh rantai nilai industri, mulai dari sektor hulu hingga hilir.

Sejak berkembang pada era 1970-an, industri otomotif nasional telah bertransformasi dari sekadar importir menjadi produsen kendaraan utuh, dengan tingkat kandungan lokal yang kini melampaui 80 persen dan didukung ekosistem rantai pasok yang telah terbangun sejak 1977.

Baca juga : Di Magelang, Menkop Tegaskan Kopdes Merah Putih Jadi Mesin Penggerak Ekonomi

Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam mengatakan, industri otomotif memiliki kontribusi besar terhadap ekspor dan penyerapan tenaga kerja nasional.

“Momentum ini perlu terus dijaga dan dikembangkan melalui kolaborasi yang erat antara industri dan pemerintah agar memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian Indonesia,” ujar Bob saat ditemui pada acara TMMIN Supplier Convention 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk, Tangerang, Banten, Senin (20/4/2026).

Adsense

Selain menyerap tenaga kerja, sektor otomotif juga berkontribusi besar terhadap penerimaan negara melalui berbagai instrumen pajak, seperti Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), serta pajak daerah seperti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Baca juga : Asbanda Dorong BPD Naik Kelas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Dari sisi kinerja ekspor, industri otomotif Indonesia mencatat pencapaian dengan total pengiriman sekitar 3 juta unit kendaraan utuh ke lebih dari 100 negara, mencerminkan daya saing global produk nasional serta kualitas sumber daya manusia dalam negeri.

Dalam mendukung transformasi menuju elektrifikasi, penguatan ekosistem rantai pasok juga menjadi faktor kunci. Hal ini tercermin dari ekspor kendaraan hybrid seperti Toyota Innova Zenix HEV dan Toyota Yaris Cross HEV yang secara kumulatif telah melampaui 56.000 unit hingga kuartal I 2026.

Saat ini, TMMIN bermitra dengan lebih dari 240 pemasok tier 1 serta sekitar 520 pemasok tier 2 dan tier 3. Kemitraan ini dinilai berperan penting dalam memperkuat struktur industri, meningkatkan kemandirian, serta menekan ketergantungan terhadap impor, sekaligus mendorong pengembangan industri kecil dan menengah (IKM).

Baca juga : Di Tengah Konflik Timur Tengah, Investor Global Percaya Fundamental Ekonomi RI

Dengan perjalanan lebih dari lima dekade, ekosistem rantai pasok yang telah terbangun menjadi fondasi penting dalam menjaga daya saing industri otomotif nasional di tengah dinamika global.

Ke depan, sinergi antara pelaku industri dan dukungan kebijakan pemerintah diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia di pasar regional maupun global, sekaligus mempertahankan peran industri otomotif sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense