RM.id Rakyat Merdeka - Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menargetkan mulai mengekspor baterai kendaraan elektrifikasi dari Indonesia ke pasar global pada semester II-2026. Langkah ini menandai babak baru peran Indonesia dalam rantai pasok industri kendaraan listrik dunia.
Ekspor tersebut mencakup baterai yang telah terpasang pada kendaraan hybrid (hybrid electric vehicle/HEV) maupun dalam bentuk komponen, seiring peningkatan kapasitas produksi dan pendalaman lokalisasi di dalam negeri.
Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto mengatakan kesiapan ekspor baterai tidak terlepas dari penguatan kemampuan produksi domestik, termasuk pengembangan teknologi dan sumber daya manusia.
Baca juga : Pasokan Melimpah, RI Siap Ekspor Beras Ke Malaysia
“Melalui peningkatan kemampuan produksi, kami tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga siap memasok pasar global dari Indonesia,” ujar Nandi di NICE, PIK 2, Tangerang, Banten, Senin (20/4/2026)
Upaya ini diperkuat melalui kemitraan strategis dengan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL), yang akan mendukung pengembangan produksi baterai dari tahap perakitan hingga sel dan modul. Kolaborasi tersebut sekaligus mempercepat terbentuknya ekosistem baterai yang terintegrasi di dalam negeri.
Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam menyebut ekspor baterai akan menjadi bagian penting dalam transformasi industri otomotif nasional menuju elektrifikasi. Selain meningkatkan daya saing, langkah ini juga membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi basis produksi kendaraan elektrifikasi di kawasan.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Raih 4 Penghargaan di Indonesia WOW Brand 2026
“Dengan penguatan rantai pasok lokal, Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain utama dalam industri kendaraan elektrifikasi global,” kata Bob.
Dari sisi makro, ekspor baterai dinilai berpotensi meningkatkan neraca perdagangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor komponen bernilai tinggi. Pengembangan industri ini juga sejalan dengan target pemerintah dalam mendorong hilirisasi dan transisi energi menuju net zero emission (NZE) 2060.
Berdasarkan data GAIKINDO, tren kendaraan elektrifikasi di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Sepanjang 2025, penjualan mencapai 177.367 unit atau meningkat 71 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan segmen hybrid menjadi kontributor terbesar.
Baca juga : Kokola dan LPEI Perkuat Ekspor FMCG Indonesia ke Pasar Global
Dengan dimulainya ekspor baterai pada 2026, Toyota mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu simpul penting dalam rantai pasok global kendaraan elektrifikasi, sekaligus memperkuat kontribusi industri otomotif terhadap perekonomian nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.