BREAKING NEWS
 

Kolaborasi Realisasikan Green Mining

PLN Dan Perusahaan Tambang Teken Jual Beli Listrik Bersih

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Rabu, 22 April 2026 06:35 WIB
Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto. (Foto: Dok. PLN)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN telah melakukan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) bersih dengan sejumlah perusahaan tambang. Langkah ini kolaborasi nyata untuk mengimplementasikan realisasi green mining (tambang hijau).

Selain PJBTL, PLN dan perusahaan tambang melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Integrated Bussiness Solution, guna mendorong elektrifikasi operasional tambang. 

Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto menyebutkan perusahaan tambang yang menandatangani PJBTL tersebut. 

Yakni, PT Trubaindo Coal Mining (30 Mega Volt Ampere/MVA), PT Sembada Makmur Sejahtera (55 MVA), PT Marga Bara Jaya (35 MVA), PT Maruwai Coal (71 MVA), PT Makmur Sejahtera Wisesa (106 MVA), dan PT Berau Coal (29 MVA). 

Untuk Integrated Bussines Solution, PLN melalui anak usahanya menjalin kolaborasi dengan sejumlah perusahaan. Di antaranya PT Masmindo Dwi Area untuk pembangunan instalasi dan gardu pelanggan, PT Maruwai Coal dengan pekerjaan pembangunan instalasi milik pelanggan, serta PT Sembada Makmur Sejahtera dengan pekerjaan engineering design dan pembangunan instalasi tegangan tinggi. 

Baca juga : PKS Bantah Ada Konflik Internal, Pergantian Ketua DPRD Jakarta Cuma Rotasi Biasa

“Kolaborasi ini menjadi langkah konkret PLN dalam mendukung implementasi green mining, melalui pemanfaatan energi listrik yang lebih bersih, efisiensi dan andal untuk mendukung elektrifikasi alat berat di pertambangan,” ujar Adi di Jakarta, Selasa (21/4/2026). 

Adi menegaskan, urgensi transisi energi bukan sekadar menjawab tantangan iklim, melainkan strategi memperkuat kemandirian energi nasional. 

Dia menekankan, pengembangan green mining di sektor pertambangan menjadi salah satu solusi strategis untuk menekan emisi gas rumah kaca. 

Adsense

“Sekaligus memastikan keberlanjutan industri batu bara ke depan,” tegasnya. 

Untuk itu, perseroan siap memberikan dukungan penuh bagi seluruh pelaku industri melalui berbagai layanan inovatif yang disesuaikan dengan karakteristik kebutuhan tambang. 

Baca juga : Industri Migas Memiliki Efek Besar Bagi Ekonomi Daerah

Menurut Adi, hal ini menjadi momentum untuk mengidentifikasi potensi pertumbuhan demand listrik sektor tambang, menentukan batas optimal layanan PLN, serta merumuskan strategi pengelolaan aset kelistrikan pasca umur tambang. 

Di kesempatan yang sama, Executive Vice President (EVP) Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN Dini Sulistyawati menjelaskan, bahwa titik kritis konsumsi energi berada pada tahap pengangkutan hasil tambang. 

“Karena itu, pemanfaatan energi bersih berbasis listrik pada proses hauling ini menjadi salah satu langkah konkret kita meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus menurunkan emisi,” beber Dini. 

Menanggapi kolaborasi tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Priyadi menyambut positif sinergi ini sebagai upaya bersama memperpendek rantai pasok energi fosil impor demi keberlanjutan industri. 

“Ini adalah kesempatan yang baik bagi kami, produsen batu bara, maupun PLN sebagai penyedia strumnya. Supaya ini terjadi simbiosis mutualisme yang paling menguntungkan,” terangnya. 

Baca juga : Jepang Ikut Latihan Militer Balikatan, China Ketar-ketir

Hal senada disampaikan pelanggan PLN, Division Head Project Expansion PT Borneo Indobara (BIB) Adi Supriyatna. Menurutnya, elektrifikasi merupakan langkah strategis perusahaan dalam merespons tantangan perubahan iklim dan tekanan fluktuasi harga bahan bakar. 

Ia menekankan, elektrifikasi Borneo Indobara merupakan langkah strategis menuju pertambangan hijau untuk merespons ancaman perubahan iklim dan tren kenaikan harga bahan bakar. 

“Transisi ini didukung oleh pembangunan infrastruktur kelistrikan secara masif bersama PLN guna mengoperasikan berbagai alat berat listrik, serta stasiun pengisian daya bagi 700 unit truk listrik,” ungkapnya. [DWI/IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense