BREAKING NEWS
 

BRI Berdayakan 43.789 Klaster Usaha, Perluas Pemberdayaan Berbasis Komunitas

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Jumat, 24 April 2026 09:22 WIB
Klaster usaha BRI. (Foto: Dok. BRI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penguatan sektor riil menjadi salah satu fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, sekaligus menciptakan efek pengganda (multiplier effect) yang berkelanjutan bagi perekonomian daerah.

Sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Asta Cita, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui program Klasterku Hidupku turut mendorong kemandirian pangan, pemerataan ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pemberdayaan berbasis klaster menjadi pendekatan untuk memperkuat struktur ekonomi dari level akar rumput.

Dengan pengelompokan berdasarkan kesamaan sektor dan wilayah, pelaku usaha tidak hanya tumbuh secara individu, tetapi juga saling terhubung dalam ekosistem yang memperkuat kapasitas kolektif serta membangun rantai nilai yang lebih terintegrasi di tingkat lokal.

Tercatat, hingga Maret 2026, BRI telah membina 43.789 klaster usaha yang didukung oleh sekitar 3 ribu kegiatan pemberdayaan, mulai dari pelatihan hingga penyediaan sarana dan prasarana produksi.

Baca juga : Hari Kartini 2026, Jasa Raharja Perkuat Pemberdayaan Perempuan Korban Kecelakaan

Upaya ini diarahkan pada sektor-sektor riil yang berkontribusi langsung dalam menciptakan nilai tambah dan menggerakkan ekonomi daerah.

Adapun, sebanyak 82,39 persen klaster yang dibina BRI berada pada sektor produksi, dengan sektor pertanian sebagai kontributor terbesar sebesar 48,26 persen.

Sementara itu, sisa 17,61 persen lainnya berasal dari sektor non-produksi. Kedua sektor ini menjadi motor penciptaan nilai tambah dan penggerak utama aktivitas ekonomi di daerah.

Adsense

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan bahwa BRI terus mengembangkan program Klasterku Hidupku sebagai pendekatan pemberdayaan untuk mendampingi pelaku usaha, termasuk petani, agar dapat tumbuh secara berkelanjutan dan naik kelas.

“Pemberdayaan berbasis komunitas cenderung lebih efektif untuk UMKM karena menyasar tidak hanya aspek finansial, tetapi juga perilaku, kapasitas, dan jejaring usaha secara kolektif,” ujar Akhmad dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).

Baca juga : BRI Wujudkan Kesetaraan Gender Lewat Pemberdayaan Jutaan UMKM Perempuan

Akhmad juga menambahkan, bahwa pendekatan berbasis klaster juga membuka peluang lahirnya komoditas unggulan bernilai tambah tinggi.

“Melalui skema klaster, BRI tidak hanya menghadirkan akses pembiayaan, tetapi juga memperkuat koneksi antar pelaku usaha dalam satu ekosistem yang saling mendukung, sehingga mampu meningkatkan kapasitas produksi secara kolektif,” ujarnya.

Selaras dengan penguatan klaster usaha, BRI juga memperluas akses keuangan di tingkat komunitas.

Dari lebih dari 508 ribu anggota klaster, sekitar 87,7 persen telah memiliki rekening di BRI dan terhubung dengan fasilitas pembiayaan untuk mendukung keberlanjutan usahanya.

Untuk memastikan keberlanjutan pemberdayaan, inisiatif ini melengkapi berbagai program BRI lainnya.

Baca juga : BNI Dorong Kesetaraan Gender Perkuat Peran Perempuan di Dunia Kerja & Masyarakat

Hingga Maret 2026, program Desa BRILiaN telah menjangkau 5.245 desa. Di sisi lain, BRI juga mengembangkan 54 Rumah BUMN yang telah memberdayakan 559.897 pelaku UMKM melalui 18.218 kegiatan pelatihan.

Selain itu, platform LinkUMKM telah digunakan oleh 15,57 juta pengguna. Seluruh inisiatif tersebut dijalankan secara terpadu untuk memperkuat peran BRI sebagai agent of development dalam mendukung UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense