Dark/Light Mode

Tekan Kecelakaan Di Sulsel, Jasa Raharja Perkuat Langkah Preventif Berbasis Data

Selasa, 14 April 2026 16:45 WIB
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin dalam diskusi keselamatan transportasi di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (13/4/2026). Dok. Jasa Raharja
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin dalam diskusi keselamatan transportasi di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (13/4/2026). Dok. Jasa Raharja

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya peningkatan keselamatan transportasi di Indonesia perlu bergeser dari pendekatan responsif menjadi preventif berbasis data guna menekan angka kecelakaan dan fatalitas korban. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, dalam Diskusi Keselamatan Transportasi yang mempertemukan unsur pentahelix di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (13/42026).

Awaluddin mengungkapkan berdasarkan data Triwulan I 2026, nilai santunan di Sulawesi Selatan meningkat 11,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara jumlah kecelakaan lalu lintas juga naik sekitar 8 persen menjadi lebih dari 2.000 kasus.

Secara nasional, data Korlantas Polri melalui sistem IRSMS mencatat lebih dari 151.000 kejadian kecelakaan dengan lebih dari 217.000 korban setiap tahun, dengan tren yang terus meningkat.

Baca juga : Buka Rekrutmen, BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Layanan dan Kepesertaan

Awaluddin menegaskan, peran Jasa Raharja tidak hanya terbatas pada penyaluran santunan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pencegahan kecelakaan. Upaya tersebut dilakukan melalui pemetaan titik rawan kecelakaan (blackspot), edukasi tersegmentasi, serta peningkatan kapasitas respons pertama di lapangan.

“Kecelakaan tidak hanya soal kehilangan nyawa, tetapi juga berdampak pada tatanan sosial-ekonomi keluarga, karena mayoritas korban adalah usia produktif dan kepala keluarga,” kata Awal.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Sulsel, Kombes Pria Budi menyampaikan meski jumlah kecelakaan meningkat 8 persen, angka fatalitas korban meninggal dunia justru berhasil ditekan sebesar 24 persen, dari 234 orang pada Triwulan I 2025 menjadi 179 orang pada periode yang sama tahun ini.

Baca juga : Johan Rosihan Dorong Swasembada Pangan Perkuat Produksi Dalam Negeri

Berdasarkan data kepolisian, sebanyak 74 persen kecelakaan merupakan kecelakaan tunggal, dengan 78 persen kendaraan yang terlibat adalah sepeda motor. Kecelakaan paling banyak terjadi pada pukul 15.00-18.00 WITA, umumnya dalam kondisi cuaca cerah dan jalan yang baik.

Polda Sulawesi Selatan juga telah memetakan titik rawan kecelakaan di sejumlah wilayah, dengan konsentrasi tertinggi di Makassar, Maros, Barru, dan Pangkep. Penegakan hukum turut diperkuat melalui 89 unit tilang elektronik (ETLE), yang terdiri dari 14 unit statis dan 74 unit handheld.

“Banyak korban meninggal bukan semata karena kecelakaan, tetapi akibat keterlambatan penanganan awal. Penanganan cepat dalam golden period sangat menentukan peluang keselamatan korban,” kata Pria Budi.

Baca juga : PLN dan Kejari Jakarta Barat Perkuat Pengamanan Aset untuk Keandalan Listrik

Dalam forum tersebut, para pemangku kepentingan menyepakati sejumlah langkah strategis. Di antaranya penguatan edukasi keselamatan berkendara secara interaktif di titik rawan kecelakaan, perluasan program E-PELANTAS ke seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, serta integrasi sistem rumah sakit (SIM-RS) dengan platform JR Care untuk mempercepat penerbitan guarantee letter bagi korban kecelakaan.

Selain itu, diusulkan pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) bagi komunitas pengemudi sebagai first responder guna menekan fatalitas korban pada fase awal penanganan.

Dari sisi infrastruktur, Dinas Bina Marga Provinsi Sulawesi Selatan merencanakan pemeliharaan dan peningkatan jalan sepanjang 1.000 kilometer pada periode 2025-2027. Sementara Dinas Perhubungan berkomitmen menambah koridor angkutan umum dari dua menjadi tiga koridor.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.