BREAKING NEWS
 

Warga Kuala Tanjung Kelola 2 Ton Sampah per Hari Jadi Sumber Ekonomi

Reporter & Editor :
FAZRY
Senin, 27 April 2026 20:48 WIB
Inisiatif warga Kuala Tanjung olah 2 ton sampah per hari jadi pakan maggot dan produk daur ulang, dongkrak ekonomi lokal sekaligus berdayakan kelompok rentan.

RM.id  Rakyat Merdeka - Persoalan sampah di Indonesia yang masih menjadi tantangan besar lingkungan, perlahan mulai terurai dari tingkat desa.

Di Desa Kuala Tanjung, Sumatera Utara, inisiatif warga berhasil mengubah beban limbah menjadi sumber manfaat ekonomi melalui pengelolaan sampah terpadu yang mencapai 1 hingga 2 ton per hari.

Sosok di balik gerakan ini adalah Didi Saputra (41). Pria yang akrab disapa Untung ini menggerakkan warga sejak 2021 untuk mengolah sampah organik menggunakan larva Black Soldier Fly atau maggot.

Dari langkah awal tersebut, terbentuklah kelompok Sari Larva Berdaya (SLB) yang kemudian bertransformasi menjadi Bank Sampah Berseri pada 2024.

“Awalnya kami belajar mengelola sampah dengan maggot. Lama-lama kami sadar ini bukan cuma soal kebersihan, tapi juga bisa jadi sumber penghasilan,” ujar Didi saat menjelaskan awal mula inisiatif tersebut.

Diversifikasi Produk

Saat ini, kelompok tersebut rutin mengumpulkan limbah katering perusahaan serta sampah rumah tangga dari lingkungan sekitar.

Baca juga : Kejar Rp2.000 Triliun, Pemerintah Andalkan Investasi Jadi Motor Ekonomi

Proses pengolahannya menghasilkan berbagai produk bernilai jual. Maggot dimanfaatkan sebagai pakan ternak ayam, bebek, dan ikan.

Sementara itu, untuk sampah anorganik dan limbah lainnya, warga melakukan kreativitas daur ulang.

Limbah kayu palet diubah menjadi furnitur seperti meja dan kursi, sedangkan limbah kertas dan pelepah pisang diproses menjadi kertas daur ulang serta tas kertas (paper bag).

Pemberdayaan Kelompok Rentan

 Selain dampak ekologis, aktivitas ini menjadi katup pengaman sosial bagi warga setempat. Sebanyak 17 orang kini menggantungkan penghasilan dari pengelolaan sampah ini.

Adsense

Didi secara khusus merangkul kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas dan anak putus sekolah, untuk terlibat aktif.

“Ada yang tuna netra, ada juga yang punya keterbatasan lain, tapi mereka tetap bisa bekerja, seperti memilah sampah atau membuat produk daur ulang,” kata Didi.

Baca juga : CitraRaya Siapkan Pengelolaan Sampah dengan Metode Controlled Landfill

Kelompok ini juga memberikan pendampingan pendidikan bagi anggotanya yang putus sekolah, agar dapat mengikuti ujian Paket B dan C guna memperoleh ijazah formal.

Inovasi Tabungan Sampah

Masyarakat luas turut dilibatkan melalui sistem tabungan di Bank Sampah Berseri.

Warga dapat menyetorkan sampah plastik atau kertas yang kemudian dikonversi menjadi saldo tabungan.

Uniknya, saldo tersebut dapat dicairkan dalam bentuk paket bahan pokok menjelang hari raya dengan harga 30 persen lebih murah dari harga pasar.

Langkah swadaya ini mendapat dukungan dari PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) sebagai bagian dari grup MIND ID melalui program pelatihan dan penyediaan sarana.

Program inovasi sosial ini turut berkontribusi pada pencapaian penghargaan PROPER Emas bagi perusahaan tersebut.

Baca juga : SIM Keliling Tangerang Kota 23 April, Cek di Sini Lokasinya

Meski telah menunjukkan hasil nyata, Didi mengaku masih memiliki cita-cita untuk memperluas jangkauan layanan.

Ia berharap ke depan dapat memiliki armada pengangkut sampah sendiri agar bisa melayani lebih banyak rumah tangga.

“Kami terus belajar dan bergerak. Dari sampah, kami bisa mandiri dan saling membantu,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense