Dark/Light Mode

Kejar Rp2.000 Triliun, Pemerintah Andalkan Investasi Jadi Motor Ekonomi

Kamis, 23 April 2026 11:52 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan sambutan dalam konferensi pers realisasi investasi Triwulan I 2026, Jakarta, Kamis (23/4/2026). Foto: YT/BKPM
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan sambutan dalam konferensi pers realisasi investasi Triwulan I 2026, Jakarta, Kamis (23/4/2026). Foto: YT/BKPM

RM.id  Rakyat Merdeka -  Pemerintah memasang target tinggi untuk realisasi investasi tahun ini. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, investasi ditargetkan menembus lebih dari Rp2.000 triliun pada 2026.

Target tersebut menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah menilai investasi berperan penting untuk menjaga laju ekonomi di tengah ketidakpastian global.

“Tahun ini kita menargetkan investasi lebih dari Rp2.000 triliun. Ini angka yang besar dan harus dijaga bersama,” ujar Airlangga dalam konferensi pers realisasi investasi triwulan I, di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Menurut dia, capaian investasi pada triwulan I sudah menunjukkan tren positif. Realisasi disebut melampaui target awal, sehingga menjadi modal kuat untuk mengejar target tahunan.

Baca juga : Sederet Terobosan Pemerintah Percepat Pengolahan Sampah Jadi Listrik

Airlangga menjelaskan, investasi memiliki efek berantai terhadap perekonomian. Selain mendorong pertumbuhan, investasi juga membuka lapangan kerja serta menggerakkan sektor industri dan jasa.

Karena itu, pemerintah menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan arus investasi tetap deras. Salah satunya melalui pembentukan Satuan Tugas Percepatan Program Strategis yang diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 2026.

Satgas tersebut bertugas mengawal proyek agar tidak tersendat di lapangan. Pemerintah ingin memastikan investasi yang sudah masuk bisa segera direalisasikan sesuai rencana.

“Kita dorong agar tidak ada bottleneck. Investasi harus bisa langsung berjalan,” kata Airlangga.

Baca juga : Gandeng Indomaret, TRIV Group Perluas Akses Investasi Crypto di Indonesia

Selain itu, pemerintah juga melakukan pembaruan regulasi melalui Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025. Pembaruan ini memasukkan berbagai sektor baru, seperti ekonomi digital, artificial intelligence, hingga aset kripto.

Regulasi tersebut disusun agar selaras dengan standar internasional, sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku usaha. Implementasinya didukung melalui sistem Online Single Submission (OSS), sehingga proses perizinan menjadi lebih cepat dan efisien.

Airlangga menambahkan, investasi akan menjadi pengungkit utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini. Pemerintah membidik pertumbuhan minimal 5,4 persen.

Di tengah dinamika global, pemerintah tetap optimistis target tersebut dapat dicapai. Dengan dukungan investasi yang kuat, ekonomi diharapkan tetap tumbuh stabil sepanjang tahun.

Baca juga : Pemerintah Dan Industri Perkuat Ekosistem Otomotif Nasional

“Investasi menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan. Ini yang terus kita jaga,” ujar Airlangga.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.