Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Jadi Tulang Punggung Keluarga
NTA Ringankan Beban Sandwich Generation
Selasa, 7 April 2026 06:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah mendorong penggunaan National Transfer Accounts (NTA) sebagai landasan penyusunan kebijakan publik yang lebih presisi, terutama di daerah.
Pendekatan berbasis data ini penting untuk merespons beban ganda yang dihadapi generasi produktif atau sandwich generation, mulai dari pembiayaan anak hingga kesejahteraan lansia (lanjut usia).
Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam acara Dialog Menuju Kesejahteraan Antar-Generasi di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin (6/4/2026).
Pratikno menyoroti realitas yang berkembang di tengah masyarakat. Yakni kelompok usia produktif yang kerap disebut sebagai sandwich generation atau istilah lainnya generasi terjepit. Kelompok ini harus menanggung beban ganda, yaitu memenuhi kebutuhan dirinya, membiayai anak, sekaligus menopang kebutuhan orang tua.
“Beban yang ditanggung sandwich generation tidak bisa dibiarkan tanpa intervensi kebijakan yang tepat,” katanya.
Baca juga : Akhirnya, Bareskrim Ringkus Buronan Narkoba The Doctor
Menurutnya, kemampuan produktif kelompok ini memiliki batas. Jika tidak ada kebijakan yang berpihak, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan risiko sosial dan ekonomi di masa depan.
Mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) itu menekankan, NTA dapat menjadi instrumen penting untuk memastikan kebijakan publik disusun secara terukur, bukan sekadar berdasarkan intuisi.
NTA merupakan metode atau kerangka analisis ekonomi yang digunakan untuk melihat dan mengukur bagaimana sumber daya, baik uang, barang, maupun jasa, diproduksi, didistribusikan dan digunakan antarkelompok usia dalam suatu negara atau daerah.
Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) itu mendorong Pemerintah Pusat maupun daerah menjadikan NTA sebagai acuan dalam perencanaan pembangunan.
“Untuk menghasilkan keputusan berbasis data, membangun keadilan antar generasi, merencanakan jangka panjang dan efisiensi anggaran,” tegasnya.
Baca juga : Pastikan Situasi & Kondisi Kondusif, Pemprov Kalsel Tak Ikut Kebijakan WFH
Pratikno juga mengingatkan, NTA menjadi semakin penting karena karakteristik setiap daerah di Indonesia sangat beragam, sehingga kebijakan tidak dapat diseragamkan.
Di satu daerah, fokus pembangunan mungkin berada pada pendidikan anak, sementara di daerah lain kebutuhan yang lebih mendesak adalah layanan kesehatan lansia.
“Kita pasti dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Karena itu, prioritas menjadi penting. Jadi, saya mencuri kesempatan ini untuk menegaskan bukan hanya pusat, tetapi juga pejabat di daerah membuat perencanaan pembangunan berbasis NTA,” jelasnya.
Menurut Pratikno, kebijakan yang baik dan tepat akan sangat menentukan arah pembangunan serta kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Karena itu, dia mengajak seluruh pemangku kepentingan bersama-sama merumuskan kebijakan berbasis NTA agar mampu meringankan beban sandwich generation.
Dukungan kebijakan yang tepat dapat memperluas kapasitas kelompok ini, sekaligus menjaga keseimbangan antargenerasi.
Baca juga : Muzani Temui Haedar, Bahas Krisis Geopolitik
Dengan pendekatan berbasis data melalui NTA dan fokus pada pembangunan SDM, Pemerintah berharap dapat tercipta kebijakan yang lebih adil, berkelanjutan, dan adaptif terhadap dinamika demografi Indonesia. SSL
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Selasa, 7 April 2026 dengan judul "Jadi Tulang Punggung Keluarga NTA Ringankan Beban Sandwich Generation"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya