BREAKING NEWS
 

Kredit Tumbuh 20,1 Persen, BNI Kantongi Laba Bersih 5,6 Triliun

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Kamis, 30 April 2026 06:35 WIB
Tiga direksi Bank Negara Indonesia (BNI), yakni Direktur Utama Putrama Wahju Setyawan (tengah), Direktur Finance and Strategy Hussein Paolo Kartadjoemena (kanan) dan Direktur Risk Management David Pirzada, berbincang saat menghadiri acara paparan kinerja BNI kuartal I-2026 di Jakarta, Rabu (29/4/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/tom)

 Sebelumnya 
Platform digital turut menjadi pendorong utama dalam memperkuat pertumbuhan tersebut. Hingga Maret 2026, jumlah pengguna wondr by BNI telah melampaui 13 juta dengan tingkat engagement yang meningkat signifikan, berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan tabungan ritel. 

Sementara, platform BNIdirect juga mencatat pertumbuhan pengguna dan nilai transaksi lebih dari 16 persen yoy, yang berperan dalam memperkuat dana giro korporasi, serta meningkatkan efisiensi layanan bagi segmen bisnis. 

Penguatan pertumbuhan CASA mendorong penyaluran kredit yang mencatatkan akselerasi pertumbuhan yang sehat sebesar 20,1 persen yoy menjadi Rp 919,3 triliun pada Maret 2026. 

Baca juga : Airlangga Cs Benahi Regulasi Dan Perizinan

Penyaluran kredit ini tumbuh seimbang di sisi business banking dan consumer ritel untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. 

Struktur pendanaan yang tumbuh solid dan ekspansi kredit yang sehat menopang pertumbuhan pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) sebesar 12,1 persen yoy. 

Pada saat yang sama, pendapatan non-bunga tumbuh 12,6 persen, terutama didorong peningkatan fee dari transaksi pada platform digital atau e-channel. 

Baca juga : Rekor Gol Di Semifinal Liga Champions, PSG Vs Bayern Kayak Main Futsal

Kinerja yang positif ini mendukung pencapaian Pendapatan Operasional sebelum Pencadangan (PPOP) Rp 9,3 triliun. 

“Ini merupakan pencapaian tertinggi apabila dibandingkan dengan kuartal I pada tahun-tahun sebelumnya,” tutur Paolo. 

Dari sisi kualitas aset, perbaikan kinerja terus berlanjut dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) membaik menjadi 1,9 persen, Loan at Risk (LAR) berada di level 8,6 persen atau sudah lebih baik dari level sebelum pandemi, serta credit cost di level 1,1 persen sesuai guidance

Baca juga : Motor Yamaha Bermasalah, Quartararo Ogah Pasang Target

“Serta kualitas aset yang semakin resilient menghasilkan laba bersih sebesar Rp 5,6 triliun hingga kuartal I-2026,” beber Paolo. 

Fundamental keuangan BNI juga tetap terjaga kuat, tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 83,5 persen, serta rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) di level 18,5 persen, jauh di atas ketentuan regulator. Hal ini mencerminkan peran intermediasi yang optimal serta struktur permodalan yang sehat. 

Direktur Risk Management BNI David Pirzada menuturkan, bahwa BNI terus mendorong penerapan strategi keberlanjutan secara menyeluruh, baik dalam aktivitas operasional maupun penyaluran pembiayaan. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense