RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen pada kuartal I 2026. Meski demikian, masih terdapat ruang optimalisasi, khususnya pada sektor logistik dan rantai pasok yang berpotensi menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi.
Saat ini, efisiensi logistik Indonesia masih relatif rendah, berada di peringkat keenam di kawasan ASEAN.
Senior Vice President International Federation of Freight Forwarders Associations (FIATA) sekaligus Ketua Dewan Pembina Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Yukki Nugrahawan Hanafi, menilai peningkatan efisiensi logistik perlu mempertimbangkan posisi geografis Indonesia yang strategis serta mengedepankan integrasi multimoda, tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur.
“Sebagai negara kepulauan, Indonesia perlu fokus memperhatikan posisi geografisnya yang strategis dalam jalur perdagangan dunia," tuturnya.
Baca juga : Pemerintah Imbau Pengusaha Logistik Patuhi Pembatasan Arus Balik Lebaran
Hal ini dinilai penting agar pendekatan logistik yang diambil juga berkepentingan untuk mengintegrasikan Indonesia dalam arus perdagangan dan rantai pasok global.
"Dengan begitu, pendekatan multimoda transportasi logistik nantinya juga mengarusutamakan integrasi transportasi laut dan udara, selain mengoptimalisasikan transportasi darat,” tutur Yukki.
Menurutnya, pendekatan multimoda dapat mengurai komponen biaya logistik secara lebih efisien. Saat ini, sekitar 90 persen pergerakan logistik masih didominasi transportasi darat, sementara transportasi laut dan udara masing-masing hanya menyumbang 9 persen dan 1 persen.
"Terkonsentrasinya pergerakan logistik pada transportasi darat menyebabkan tekanan pada biaya logistik yang juga terus meningkat, mengingat hambatan dari sisi kualitas jalan yang belum terstandarisasi bagi angkutan darat, kemacetan dalam kota dan akses menuju pelabuhan yang menyebabkan konsumsi bahan bakar tambahan, maupun belum terkoneksinya akses pelabuhan dengan hinterland. Maka akses logistik yang terkonsentrasi ini perlu didiversifikasi,” tambah Yukki.
Baca juga : BGN Kaji Efisiensi, Hitung Anggaran yang Bisa Dihemat
Lebih lanjut, ia menilai Indonesia belum optimal memanfaatkan posisi strategisnya di jalur perdagangan global, seperti Selat Malaka serta Samudera Hindia dan Pasifik. Saat ini, Indonesia masih lebih sering berperan sebagai titik transit dibandingkan pusat aktivitas logistik.
Misalnya, kapal-kapal internasional dan kargo udara melintas pada jalur perdagangan strategis RI, tetapi proses konsolidasi, distribusi, hingga nilai tambah logistik justru banyak terjadi di negara lain yang lebih siap.
"Padahal dengan kesiapan sistem logistik dan rantai pasok Indonesia yang lebih efektif, value creation dari integrasi ke perdagangan global akan memperkuat perekonomian nasional. Bahkan, Indonesia berpotensi menjadi hub penting dalam rantai pasok global,” tegas Yukki.
Yukki menekankan perlunya perubahan perspektif dalam pengembangan sistem logistik nasional, dengan fokus pada integrasi transportasi multimoda berbasis keunggulan geografis. Ia juga mengusulkan langkah konkret jangka pendek dan panjang.
Baca juga : Riset Sosiologi: MBG Perkuat Solidaritas dan Semangat Belajar Siswa
Secara konkret dalam jangka pendek, penyederhanaan perizinan antara K/L (Kementerian dan Lembaga), kemudahan customs clearance, dan percepatan inspeksi, dapat mendorong peningkatan penggunan transportasi multimoda laut dan udara.
Sementara dalam jangka panjang, Indonesia memerlukan pembangunan pelabuhan yang berfungsi menjadi port-hinterland connectivity agar pelabuhan dapat terintegrasi dan efisien dengan transportasi logistik darat, serta penambahan jalur kereta barang yang mengurai hambatan pada transportasi logistik darat.
"Pada saat bersamaan digitalisasi dan pemanfaatan Artificial Intelligence juga wajib dilakukan.” tutup Yukki.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.