RM.id Rakyat Merdeka - Konsumen cerdas menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing produk dalam negeri di tengah dinamika global dan pesatnya perkembangan perdagangan digital.
Kesadaran masyarakat terhadap kualitas produk dan hak konsumen diyakini dapat mendorong penguatan industri nasional, sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi.
“Konsumen turut menentukan daya saing suatu produk. Konsumen cerdas memahami hak serta kewajibannya, dan akan mendorong produsen menghasilkan produk yang memenuhi ekspektasi tersebut,” ujar Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso pada puncak peringatan Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2026 di Sarinah, Jakarta, Minggu (10/5/2026).
Menurut Budi, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk berkualitas akan membantu memperkuat industri nasional dan mendorong penggunaan produk dalam negeri.
Baca juga : Tren Suku Bunga Kredit Menurun, OJK: Prospek Ekonomi Berada Di Zona Optimis
“Di sinilah peran konsumen menjadi sangat penting dalam mendukung ekonomi nasional,” katanya.
Dia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak bertransaksi di era digital. Pemerintah terus meningkatkan edukasi terkait hak dan kewajiban konsumen guna mencegah kerugian saat berbelanja daring.
“Jangan sampai konsumen dirugikan karena tidak memahami haknya,” imbuhnya.
Peringatan Harkonas 2026 diselenggarakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Bank Indonesia (BI) dan diikuti lebih dari 1.000 peserta dari berbagai kalangan.
Baca juga : PKL Tertata Dan Fasilitas Dasar Pengunjung Tersedia
Kegiatan tersebut diisi dengan jalan santai, senam bersama, dan diskusi mengenai perlindungan konsumen.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti meminta masyarakat lebih teliti saat berbelanja, baik di toko fisik maupun platform perdagangan elektronik.
“Jadilah konsumen yang cerdas, agar dapat berbelanja dengan aman dan nyaman. Konsumen cerdas artinya konsumen memperhatikan informasi produk, membandingkan harga, serta memastikan kredibilitas pelaku usaha sebelum bertransaksi,” ujar Roro.
Dia juga mengimbau masyarakat berbelanja di platform resmi, memeriksa informasi produk seperti label dan tanggal kedaluwarsa, serta menyimpan bukti transaksi untuk memudahkan proses pengaduan jika terjadi masalah.
Baca juga : Madrid Saksi Barca Berpesta
Peserta Harkonas dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Azhar Rinjani menilai, sosialisasi perlindungan konsumen penting untuk meningkatkan literasi masyarakat. Terutama terkait kewaspadaan terhadap penipuan digital dan phishing.
“Rendahnya literasi konsumen masih menjadi tantangan di tengah tingginya konsumsi konten digital yang serba cepat. Karena itu, diperlukan edukasi yang lebih luas agar masyarakat semakin kritis dan bijak bertransaksi,” ujarnya. NOV
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Selasa, 12 Mei 2026 dengan judul "Pemerintah Dorong Literasi Digital Konsumen Cerdas Jadi Kunci Daya Saing Produk"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.