Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Wabah hantavirus di kapal pesiar mewah MV Hondius bikin dunia waspada. Meski sejumlah negara mulai mengevakuasi warganya, World Health Organization (WHO) memastikan hantavirus bukan Covid-19 jilid baru.
Sejumlah negara bersiap mengevakuasi warganya dari kapal pesiar mewah MV Hondius yang dilanda wabah hantavirus mematikan. Kapal pesiar itu sudah tiba di dekat Pelabuhan Granadilla di Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol, Minggu (10/5/2026). Kapal tersebut akan berlabuh untuk evakuasi penumpang dan sebagian awak kapal.
Dikutip Reuters, Spanyol telah memulai proses evakuasi penumpang, Minggu (10/5/2026). Petugas kesehatan naik ke kapal untuk melakukan pemeriksaan terakhir dan memulai proses turunnya penumpang.
Warga negara Spanyol akan menjadi yang pertama turun menggunakan perahu-perahu kecil dalam kelompok beranggotakan lima orang dan dibawa kedaratan. Mereka dipindahkan ke bus tertutup, dibawa ke rumah sakit setempat. Evakuasi dimulai antara pukul 7:30 dan 8:30 pagi waktu setempat.
Baca juga : Temui Jokowi, Wamentan Lapor Petani Kini Happy
“Semua penumpang serta 17 awak kapal akan dievakuasi, tetapi 30 awak kapal akan tetap berada di atas kapal dan melanjutkan perjalanan ke Belanda,” terang Menteri Kesehatan Spanyol Monica Garcia saat tiba di Tenerife, Sabtu (9/5/2026).
Koper dan jenazah penumpang yang meninggal di kapal, lanjutnya, akan tetap berada di atas kapal dan kapal akan didesinfeksi sepenuhnya setelah tiba.
Bus-bus yang tertutup rapat akan membawa para penumpang ke bandara utama Pulau Spanyol yang berjarak sekitar 10 menit. Mereka akan naik pesawat menuju negara masing-masing.
Menteri Dalam Negeri Spanyol Fernando Grande-Marlaska mengatakan, Jerman, Prancis, Belgia, Irlandia dan Belanda akan mengirimkan pesawat. Uni Eropa akan mengirimkan dua pesawat tambahan.
Baca juga : Pengawasan Fasilitas Arafah Diperketat
“Amerika dan Inggris telah mengkonfirmasi bahwa pesawat dan rencana darurat sedang disiapkan untuk warga negara non-Uni Eropa yang negaranya tidak dapat mengirimkan transportasi udara,” kata Grande-Marlaska.
Sementara itu, 2 warga negara Singapura yang sempat menumpang kapal pesiar MV Hondius harus isolasi di National Centre for Infectious Diseases (NCID). Isolasi ini dilakukan sebagai langkah pencegahan setelah kapal pesiar tersebut melaporkan adanya klaster wabah virus Hanta saat melakukan perjalanan dari pelabuhan Ushuaia, Argentina, pada April lalu.
Berdasarkan keterangan resmi dari Communicable Diseases Agency (CDA), yang dikutip Channel News Asia, Kamis (7/5/2026), kedua orang tersebut terdiri dari seorang pria warga negara Singapura berusia 67 tahun dan seorang penduduk tetap (permanent resident) berusia 65 tahun.
Meskipun setelah dilakukan tes dinyatakan negatif, kedua orang tersebut tetap harus menjalani isolasi selama 30 hari. Apalagi, salah satu dari keduanya dilaporkan mengalami gejala ringan berupa pilek, sementara rekannya tidak menunjukkan gejala klinis apa pun.
Baca juga : Aji Muhawarman: Nakes Dan RS Rujukan Sudah Kami Siapkan
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Sabtu (9/5/2025) memberikan pengarahan kepada negara-negara yang memiliki warga di atas kapal terkait mekanisme penanganan evakuasi. WHO juga meminta seluruh penumpang dipantau secara aktif selama 42 hari sejak titik paparan terakhir.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya