RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk meyakini sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif saat ini akan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Meskipun dibayangi ketidakpastian global, Bank pelat merah itu memproyeksi ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,18 persen tahun ini.
Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Ari Rizaldi mengatakan, tantangan global akan terus ada. Namun di balik setiap tantangan, terdapat peluang yang dapat dioptimalkan melalui strategi yang tepat.
“Dengan sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif, kami meyakini pertumbuhan ekonomi dapat terus terjaga secara berkelanjutan,” kata Ari dalam Mandiri Macro and Market Brief 2026 di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Tercatat, Produk Domestik Bruto (PDB) tumbuh 5,61 persen pada kuartal I-2026, atau menguat dari 5,4 persen di kuartal IV-2025, yang ditopang konsumsi 5,52 persen year on year (yoy) dan akselerasi belanja Pemerintah sebesar 21,8 persen.
Hal ini seiring percepatan implementasi program prioritas nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dan pembangunan sekolah rakyat.
Baca juga : Harga MinyaKita Terus Melandai
Lebih lanjut Ari menyebutkan, konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran memang mendorong harga minyak melampaui 100 dolar AS per barrel dan memicu volatilitas pasar keuangan global.
“Namun koordinasi antara Pemerintah, Bank Indonesia, (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi faktor positif yang mampu menjaga keseimbangan antara mendorong pertumbuhan dan memelihara stabilitas keuangan,” ucapnya.
Apalagi, lanjut dia, Bank Sentral pun terus melakukan bauran kebijakan, termasuk intervensi nilai tukar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang terdepresiasi 3,9 persen sepanjang 2026.
Akselerasi belanja fiskal dan sinergi tiga otoritas dipercaya masih dapat menopang pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun.
Ari menegaskan, optimisme ini tercermin di sektor perbankan, kinerja intermediasi tetap solid. Kredit industri tumbuh 9,49 persen yoy per Maret 2026 dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) terjaga di 2,14 persen.
Baca juga : Gencarkan Sosialisasi Gerakan Pilah Sampah
Dana Pihak Ketiga (DPK) industri tumbuh 13,55 persen yoy, dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) di level 84,63 persen yang mencerminkan likuiditas yang memadai.
“Bank Mandiri mencatatkan akselerasi yang melampaui ratarata industri,” katanya.
Kredit bank only per Maret 2026 mencapai Rp 1.530 triliun atau tumbuh 17,4 persen yoy. DPK menguat ke Rp 1.675 triliun atau naik 21,1 persen yoy, dengan Current Account Saving Account (CASA) menyentuh Rp 1.201 triliun, tumbuh 12,7 persen yoy.
Laba bersih konsolidasi tercatat Rp 15,4 triliun atau tumbuh 16,6 persen yoy, dengan Return on Equity (ROE) di 22,1 persen, Capital Adequacy Ratio (CAR) di 19,7 persen, dan rasio Beban Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) yang membaik ke 58,0 persen.
Bank Mandiri optimistis dapat mempertahankan kinerja yang solid sepanjang 2026.
Baca juga : Lazio Vs Inter Milan, Kesempatan Elang Bunuh Ular Besar
“Ke depan, kami akan terus menjalankan strategi bisnis secara disiplin dan terukur, sekaligus memperkuat peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ari menegaskan, komitmen bank berlogo pita emas ini sebagai mitra strategis Pemerintah pun terus diperkuat.
Realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Mandiri mencapai Rp 11 triliun hingga kuartal I-2026, menjangkau lebih dari 87 ribu pelaku UMKM di berbagai sektor usaha produktif.
Dalam program MBG, sekitar 6.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menggunakan Virtual Account bank berkode emiten BMRI ini untuk pengelolaan keuangan yang akuntabel dan transparan.
“Bank Mandiri membiayai sekitar 2.300 unit hunian dalam Program 3 Juta Rumah dan mendukung tumbuhnya sekitar 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, demi memperkuat ekosistem penggerak ekonomi negeri,” tuturnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.