Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Agar Program Itu Sukses, Warga Butuh Sarana
Gencarkan Sosialisasi Gerakan Pilah Sampah
Rabu, 13 Mei 2026 06:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diminta menyiapkan sarana dan prasarana untuk masyarakat untuk menyukseskan Gerakan Pilah Sampah. Dengan langkah itu, target mengurangi beban sampah di Ibu Kota, diharapkan tercapai.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta August Hamonangan mengingatkan, Gerakan Pilah Sampah yang dicanangkan harus dibarengi sarana dan prasarana yang memadai.
Menurut August, jangan sampai Pemprov DKI hanya mewajibkan masyarakat memilah sampah, tetapi tidak menyediakan fasilitas tempat sampah terpisah yang dibutuhkan warga.
“Kalau hanya berhenti di kebijakan dan larangan, nanti yang terjadi hanya menghukum pelanggar tanpa menyelesaikan akar persoalan kenapa warga belum memilah sampah,” kata August kepada Rakyat Merdeka, Senin (11/5/2026).
Baca juga : Lazio Vs Inter Milan, Kesempatan Elang Bunuh Ular Besar
Dia menegaskan, sosialisasi Gerakan Pilah Sampah juga harus digencarkan. Sebab, belum tentu seluruh masyarakat memahami kebijakan tersebut. Termasuk aturan maupun sanksi yang diterapkan. Karena itu, Pemprov DKI harus turun langsung ke masyarakat untuk memberikan edukasi terkait Gerakan Pilah Sampah.
Selain sosialisasi, August menyoroti pentingnya penyediaan fasilitas tempat sampah terpisah berdasarkan jenisnya. Menurutnya, di jalanan, ruang publik, hingga fasilitas umum lainnya, harus tersedia tempat sampah khusus organik, anorganik, dan limbah B3.
“Jangan masyarakat diminta di siplin memilah sampah, tapi fasilitasnya tidak tersedia,” ujar politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini.
Tidak hanya itu, August juga mengingatkan petugas Dinas Lingkungan Hidup (LH) agar bekerja sesuai prosedur. Dia meminta jangan sampai sampah yang sudah dipilah warga, justru kembali dicampur saat proses pengangkutan.
Baca juga : Formula 1, McLaren Berambisi Sapu Semua Gelar
“Kalau masyarakat sudah capek-capek memilah sampah, lalu akhirnya dicampur lagi oleh petugas, buat apa ada gerakan Pilah Sampah,” pungkasnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka Pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta di Plaza Festival Pedestrian, Jalan Hajah Rangkayo (HR) Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, digelar pula Deklarasi Gerakan Pilah Sampah bertema “Menuju 5 Abad, Jaga Jakarta Bersih”.
Pram mengatakan, pencanangan HUT ke-499 Jakarta sengaja digelar di lokasi tersebut, sebagai simbol bahwa Jakarta tengah berbenah menuju kota global.
Baca juga : Diplomasi Tanpa Jarak Menlu RI Dan Singapura
“Sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, Jakarta menjadi kota global dan pusat perekonomian nasional, serta hingga hari ini masih menyandang status sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia,” ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya