BREAKING NEWS
 

Pasca MSCI Umumkan Review Index Balancing

Bos OJK: Pasar Modal RI Tetap Stabil Dan Resilien

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Sabtu, 16 Mei 2026 06:30 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi. (Foto: Dok. OJK)

 Sebelumnya 
Artinya, istilah short-term pain, bahwa Indonesia harus menghadapi tingkat penurunan di jangka pendek ini menjadi konsekuensi yang sudah diperhitungkan dan perkirakan sejak awal. 

Dikatakan Hasan, pengumuman rebalancing indeks MSCI kali ini menjadi momentum pembentukan basis baru pasar modal Indonesia, yang akan menghadirkan kualitas saham-saham tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), untuk menjadi pilihan investasi para investor, serta untuk melanjutkan agenda-agenda reformasi integritas pasar modal. 

OJK berharap akan membentuk baseline baru, untuk kemudian ke depan akan semakin menghadirkan kualitas saham-saham tercatat di bursa. 

Hasan optimistis, pasar modal Indonesia tetap prospektif dan menarik, ditopang oleh fundamental perekonomian domestik yang terjaga, basis investor yang terus bertumbuh, dan kinerja fundamental emiten yang positif. 

Baca juga : Anggota BRICS Kompak Dong Hadapi Krisis Global

Menurutnya, pasar modal Indonesia juga dinilai tetap kompetitif. Antara lain terlihat dari Price-to-Earnings Ratio (PER) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berada di level 16 kali, serta capaian pendapatan dan laba emiten pada triwulan I-2026 yang membukukan pertumbuhan positif. 

“OJK senantiasa berkoordinasi erat dengan SRO, dalam mencermati perkembangan pasar dan mengambil respons kebijakan yang diperlukan,” tegasnya. 

Hal ini termasuk sejumlah kebijakan yang telah diperpanjang untuk menjaga stabilitas pasar. Seperti buyback saham tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). 

Selanjutnya, koordinasi dan sinergi dengan para pemangku kepentingan akan terus diperkuat, guna mengimplementasi dan mengekselerasi inisiatif-inisiatif reformasi terkait integritas pasar modal. 

Baca juga : CFD Di Jl Rasuna Said Akan Dimulai Lebih Pagi

“Sehingga dapat memperkuat kredibilitas dan investability pasar modal Indonesia secara global,” tutup Hasan. 

Terpisah, Chief Economist PT Bank Permata Tbk Josua Pardede berpendapat, asesmen dari MSCI maupun rating agencies lainnya perlu dipandang sebagai dorongan untuk meningkatkan transparansi dan kualitas kebijakan di pasar keuangan di Tanah Air. 

“Peringatan ini bisa memperkuat dan mendukung reformasi di pasar uang dalam agar lebih transparan, lebih terbuka,” tegas Josua kepada Rakyat Merdeka

Lebih jauh Josua melihat, dampak berupa risk premium yang dibebankan kepada ekonomi Indonesia karena ada peringatan dari MSCI dan juga rating agencies ini akan bisa mempengaruhi bagaimana perkembangan pasar uang ke depannya. 

Baca juga : Target Sama, Beban Beda

“Fokus utama OJK dan Pemerintah saat ini bukan hanya pada pengumuman kebijakan, melainkan implementasi reformasi yang konkret dan konsisten,” tegasnya. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense