Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner memecahkan rekor kemenangan beruntun terpanjang dalam sejarah turnamen ATP Masters 1000.
Catatan 32 kemenangan tanpa putus tersebut diraih petenis asal Italia ini usai menaklukkan Andrey Rublev 6-2, 6-4 pada laga perempat final Internazionali BNL d’Italia di Roma, Kamis (14/5/2026) waktu setempat.
Kemenangan atas Rublev ini membuat Sinner kini berdiri sendiri di puncak buku sejarah. Ia sukses melampaui rekor 31 ke menangan beruntun milik Novak Djokovic yang bertahan sejak 2011.
Sinner berhasil menyamai rekor sang legenda Serbia tersebut saat memenangi laga babak keempat di Roma pada Selasa lalu.
Baca juga : Bunga Kredit Ultra Mikro Di Bawah 9%
Selain Sinner dan Djokovic, daftar rekor kemenangan beruntun terpanjang di level Masters 1000 memang didominasi nama-nama besar. Djokovic sendiri sempat mencetak 30 kemenangan beruntun pada 2014 hingga 2015, serta 23 kemenangan tanpa kalah pada 2013 hingga 2014.
Roger Federer pernah membukukan 29 kemenangan dari 2005 hingga 2006. Sementara rival abadinya, Rafael Nadal, mencatat 23 kemenangan beruntun pada 2013.
Rentetan hasil gemilang Sinner ini bermula di ajang Paris Masters pada November 2025 lalu. Saat itu ia mengalahkan Zizou Bergs 6-4, 6-2 pada babak kedua hingga akhirnya keluar sebagai juara.
Kekalahan terakhirnya di ajang Masters 1000 terjadi sebulan sebelumnya di Shanghai Masters pada Oktober 2025. Kala itu ia terpaksa mundur akibat cedera pada set penentuan saat melawan Tallon Griekspoor.
Baca juga : Bunga Kredit Ultra Mikro Di Bawah 9 Persen
Sejak kemenangannya di Paris, dominasi petenis berusia 24 tahun itu makin tak terbendung. Pada Maret lalu, ia sukses menyapu bersih gelar Indian Wells dan Miami Open untuk melengkapi torehan bergengsi Sunshine Double.
Hebatnya, Sinner menjadi pemain pertama sejak Roger Federer pada 2017 yang menorehkan pencapaian tersebut; ia sekaligus menjadi satu-satunya pemain yang melakukannya tanpa kehilangan satu set pun.
Performa impresif tersebut mulus berlanjut ke musim lapangan tanah liat. Sinner sukses menaklukkan rival utamanya, Carlos Alcaraz, di final Monte-Carlo Masters sebelum menundukkan Alexander Zverev untuk mengangkat trofi di Madrid Open.
Rangkaian hasil fantastis ini menjadikannya pemain pertama dalam sejarah yang mampu memenangi lima gelar Masters 1000 secara beruntun.
Baca juga : MK Putuskan Ibu Kota Negara Tetap Jakarta, Pembangunan IKN Tetap Lanjut
Tingkat konsistensi Sinner sepanjang rekor ini berjalan di level yang sangat luar biasa; ia tercatat hanya kehilangan dua set dari total 32 pertandingan yang dimenanginya.
Dari babak kedua di Paris hingga babak ketiga di Miami, ia bahkan mencetak rekor mengesankan dengan memenangi 37 set secara berturut-turut.
Kini, sebuah pencapaian bergengsi lain telah menanti Sinner di ibu kota Italia. Jika berhasil mengamankan gelar juara di Roma pada Minggu mendatang, ia akan menjadi petenis putra kedua setelah Djokovic yang sukses meraih Career Golden Masters atau menyapu bersih kesembilan turnamen Masters 1000.
Tidak hanya itu, kemenangan di final nanti juga akan menjadikannya petenis tunggal putra Italia pertama yang berjaya di Roma sejak era Adriano Panatta pada 1976. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya